Press "Enter" to skip to content

KAI Daop 7 Madiun Minta Maaf, Longsor Picu Keterlambatan KA hingga 334 Menit

Social Media Share

Petugas KAI menangani longsor di jalur Kalibaru-Mrawan, wilayah Daop 9 Jember. Jalur kembali dapat dilalui KA dengan pembatasan kecepatan demi keselamatan. (Foto: Ist)

 

MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta api akibat longsor susulan di Km 32+2 petak jalan antara Stasiun Kalibaru dan Stasiun Mrawan, wilayah kerja Daop 9 Jember, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).

KAI bergerak cepat melakukan penanganan untuk memulihkan kondisi jalur dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Setelah sebelumnya menangani gogosan di petak jalan Ledokombo-Sempolan, petugas kembali menghadapi gangguan berupa longsoran tanah di jalur Kalibaru-Mrawan.

Informasi longsor diterima pada pukul 11.05 WIB dari masinis KA Sritanjung. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas prasarana bersama tim terkait segera menuju lokasi untuk membersihkan material longsoran dan melakukan perbaikan darurat pada jalur terdampak.

Penanganan berhasil diselesaikan pada pukul 14.10 WIB. Setelah pemeriksaan prasarana, jalur dinyatakan aman untuk dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam sebagai langkah antisipasi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama dalam proses penanganan gangguan tersebut.

“Alhamdulillah, penanganan longsoran di Km 32+2 petak jalan Kalibaru-Mrawan telah selesai pada pukul 14.10 WIB. Setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana, jalur dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam,” ujar Tohari.

Kereta api pertama yang melintas setelah jalur dinyatakan aman adalah KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Kalibaru pada pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan 121 menit.

Sementara itu, KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung diberangkatkan dari Stasiun Ketapang pada pukul 15.00 WIB sesuai jadwal. KAI terus melakukan pemulihan operasional secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi prasarana di lokasi longsor.

Tohari menambahkan, meskipun jalur sudah kembali dapat dilalui, KAI tetap menyiagakan personel untuk memantau kondisi lintasan. Pembatasan kecepatan diberlakukan sebagai langkah preventif guna memastikan jalur tetap aman selama masa pemulihan.

Sejumlah KA Terlambat

Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan Kereta Api (Pusdalopka) pada pukul 15.17 WIB, gangguan longsor tersebut berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api, termasuk kereta yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun.

KA Logawa relasi Ketapang-Purwokerto, melalui Madiun, terpantau memasuki Stasiun Bangil pada pukul 14.31 WIB dengan keterlambatan 208 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pada pukul 18.35 WIB.

Sementara itu, KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan terpantau berjalan langsung di Stasiun Arjasa pada pukul 15.05 WIB dengan keterlambatan 334 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pada pukul 22.33 WIB.

KA Wijayakusuma juga terdampak gangguan di petak jalan Kalibaru-Mrawan. Kereta ini menjadi perjalanan pertama yang melintasi jalur tersebut setelah dinyatakan aman, dengan keterlambatan 121 menit.

KAI Daop 7 Madiun terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran operasional dan meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan.

KAI mengimbau pelanggan untuk memantau perkembangan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, serta kanal informasi resmi lainnya. Pelanggan juga diminta mengikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam kereta.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan ini. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api,” kata Tohari.

KAI memastikan pemantauan di lokasi longsor terus dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus mendukung pemulihan operasional secara bertahap. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *