JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo menerima Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio untuk memberikan kuliah umum kepada 112 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-66 Tahun Anggaran 2026. Kuliah umum bertajuk “Transformasi Strategi Pertahanan Maritim dalam Dinamika Geopolitik di Indo-Pasifik” tersebut berlangsung di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Dalam sambutan pengantarnya, Danseskoal menyampaikan apresiasi atas kesediaan Marsetio berbagi ilmu dan pengalaman kepada para perwira siswa. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi para Pasis dalam menghadapi tantangan penugasan di masa mendatang.
“Atas nama seluruh civitas akademika Seskoal, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66,” ujar Ariantyo.
Ia juga berpesan agar para perwira siswa mengikuti kuliah umum dengan sungguh-sungguh serta menyerap setiap ilmu dan pengalaman yang disampaikan.
“Kepada para Pasis, manfaatkan kuliah umum ini dengan sungguh-sungguh dan serap ilmu serta pengalaman yang akan diberikan, agar nantinya dapat berguna saat menjalani penugasan di masa mendatang,” katanya.
Dalam pemaparannya, Marsetio menjelaskan bahwa transformasi strategi pertahanan maritim merupakan perubahan pendekatan dari yang semula cenderung berpusat pada kekuatan militer konvensional menuju sistem pertahanan yang lebih terintegrasi, adaptif, berbasis teknologi, serta berorientasi pada pencegahan konflik.
Menurut dia, transformasi tersebut diperlukan untuk menjawab dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik yang menuntut kemampuan pertahanan maritim semakin responsif terhadap perkembangan lingkungan strategis.
Marsetio juga memaparkan sejumlah tahapan yang perlu diperkuat dalam transformasi pertahanan maritim. Tahapan tersebut meliputi pembangunan kesadaran situasional maritim, integrasi kelembagaan dan komando, penguatan kemampuan operasional, serta perluasan kerja sama.
Keempat aspek itu menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertahanan maritim yang mampu menghadapi tantangan keamanan di laut secara terpadu dan berkelanjutan.
Pada akhir kegiatan, Marsetio menyerahkan cendera mata dan buku berjudul Sea Power Indonesia di Era Indo-Pasifik kepada perwakilan Pasis Dikreg Seskoal. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kuliah umum yang diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pemahaman para perwira siswa mengenai strategi pertahanan maritim Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan.(red)







Be First to Comment