Press "Enter" to skip to content

Indofood-PEPI Perkuat Kolaborasi, Siapkan SDM Pertanian Berdaya Saing

Social Media Share
(Ki-ka) Dedi Laksmana, Staf Bidang Kerja Sama PEPI; Harmanto, Direktur PEPI; Franky Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur; Enrico, Wakil Direktur PEPI; Sigit Purnomo, pengusaha swasta nasional; dan Liu, saat kunjungan PEPI ke kantor Indofood, Jakarta Utara. (Foto: Ist)

 

JAKARTA, NP – PT Indofood Sukses Makmur Tbk membuka peluang kolaborasi dengan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) untuk memperkuat jejaring industri pertanian sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar semakin kompetitif menghadapi tantangan sektor pertanian dan industri pangan.

Dukungan tersebut disampaikan Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Fransiscus (Franky) Welirang, saat menerima kunjungan jajaran PEPI di kantor Indofood, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan kuliah umum yang sebelumnya diselenggarakan di kampus PEPI.

Franky mengatakan, Indofood siap mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa melalui penguatan jejaring dengan dunia industri, termasuk memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktik secara langsung di lapangan.

“Kami bersedia membantu dari sisi jejaring untuk pengembangan berbagai kegiatan, baik di tingkat industri maupun lapangan. Kami mendukung peningkatan sektor pertanian. Harapannya, pertanian tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku hingga limbah produksi menjadi nilai tambah yang dapat dikembangkan mahasiswa PEPI ke depan,” ujar Franky di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan public lecture atau kuliah umum yang berlangsung pada 22 Oktober 2026 di kampus PEPI, Jalan Sinarmas Boulevard No. 01, Situ Gadung, Pagedangan, Tangerang, Banten. Dalam kegiatan itu, Manager Agro Indofood, Suryanto Lim, menyampaikan materi bertajuk Hands on Experience PT Indofood Sukses Makmur untuk Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengembangan Komoditas Kentang.

Direktur PEPI Harmanto menjelaskan, kuliah umum tersebut memberikan wawasan baru bagi mahasiswa maupun institusi pendidikan dalam memahami proses industri pengolahan pangan secara menyeluruh, khususnya komoditas kentang.

Menurut dia, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai rantai produksi industri pangan, mulai dari penyiapan bahan baku hingga menjadi produk jadi yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami mendapatkan gambaran utuh mengenai proses industri pengolahan pangan, dalam hal ini komoditas kentang, mulai dari penyiapan bahan baku sampai menjadi barang jadi yang bernilai. Sebagai lembaga yang turut menyiapkan SDM pertanian, kami mendapat banyak masukan berarti. Ini menjadi pemicu bagi kami untuk lebih kreatif sekaligus memperoleh pengetahuan praktik secara langsung di lapangan,” kata Harmanto.

Dia menambahkan, informasi dan pengalaman yang dibagikan pihak industri sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas pendidikan, terutama untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

(Ki-ka) Sigit Purnomo, pengusaha swasta nasional; Harmanto, Direktur PEPI; Enrico, Wakil Direktur PEPI; Franky Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur; dan Dedi Laksmana, Staf Bidang Kerja Sama PEPI, dalam pertemuan membahas peluang kolaborasi pengembangan SDM dan industri pertanian. (Foto: Ist)

“Untuk tenaga teknis, kami mendapatkan informasi langsung dari industri. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan SDM dan peningkatan kapasitas pendidikan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Kami merasa terbantu dalam menyiapkan SDM yang siap kerja, mampu menjalankan fungsi peningkatan komoditas, sekaligus menjawab berbagai tantangan teknis dan permasalahan di lapangan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, PEPI merencanakan kegiatan kunjungan pabrik (factory visit) ke fasilitas produksi Indofood di Cikupa, Banten. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai proses pengolahan hasil pertanian, mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk bernilai tambah.

Harmanto menjelaskan, kunjungan akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa terpilih. Selanjutnya, peluang praktik kerja lapangan dan program magang juga akan dijajaki sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.

“Kami mengusulkan factory visit dilakukan secara bertahap, dimulai dengan mahasiswa yang terpilih. Setelah itu, diharapkan ada kesempatan praktik kerja lapangan maupun magang di lingkungan Indofood. Harapan ke depan, lulusan PEPI juga mendapatkan informasi mengenai peluang kerja, khususnya di food estate Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Dengan demikian, alumni PEPI dapat mengajukan lamaran untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Indofood di kawasan tersebut,” tutur Harmanto.

Menanggapi rencana tersebut, Franky menyatakan dukungannya terhadap sinergi PEPI dan Indofood, baik dalam pengembangan jejaring industri maupun pemberian pengalaman praktik langsung kepada mahasiswa.

Dia menilai, lembaga pendidikan seperti PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak SDM pertanian yang andal. Selain dipersiapkan menjadi tenaga kerja (job seeker), lulusan juga diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), khususnya di bidang enjinering dan teknologi hasil pertanian.

Menurut Franky, kemampuan tersebut penting untuk mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif dan memiliki daya saing di sektor pertanian. Mahasiswa juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mengembangkan potensi pertanian di daerah asal maupun wilayah tempat mereka mengabdikan diri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami juga mengusulkan agar mahasiswa dapat turut mengembangkan wilayah dan daerah asal mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka bisa berbuat lebih banyak dan memberikan dampak luas dalam menciptakan serta menumbuhkan nilai tambah hasil pertanian, khususnya di bidang mekanisasi. Mereka juga dapat membantu mengoptimalkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah dialokasikan kepada petani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Franky menyoroti pentingnya pengembangan industri pengolahan hasil pertanian agar komoditas yang dihasilkan petani tidak berhenti sebagai bahan mentah. Menurut dia, potensi peningkatan nilai ekonomi juga dapat diperoleh melalui pemanfaatan limbah hasil pertanian.

Dia mencontohkan komoditas padi yang selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk gabah atau beras. Padahal, limbah hasil pengolahan padi masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Misalnya, petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk beras, tetapi juga mengolah dan memanfaatkan limbah padi sehingga memiliki nilai tambah atau value creation. Pengembangan industri seperti ini bisa dimulai secara bertahap melalui proses pengolahan berskala kecil. Jika berhasil, kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi usaha dengan skala ekonomi di tingkat desa sehingga dampaknya lebih luas bagi masyarakat,” paparnya.

Franky berpandangan, peningkatan produksi pertanian harus diikuti dengan penguatan produktivitas dan hilirisasi agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih besar oleh petani dan masyarakat.

“Kita sudah mencapai swasembada, tetapi produktivitas masih perlu ditingkatkan. Karena itu, harus ada dorongan untuk melakukan peningkatan lebih lanjut. Lembaga seperti PEPI diharapkan dapat mengembangkan sistem dan kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari sektor hulu hingga hilir,” pungkas Franky. (Liu)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *