MERAK, NP – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten melakukan inspeksi terhadap fasilitas pelabuhan dan kapal penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Banten, Jumat (31/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengawasan keselamatan pelayaran sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan laut, khususnya menjelang periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Inspeksi tersebut merupakan bagian dari pengawasan dan pemantauan bersama menyusul insiden kebakaran KMP Batu Mandi di Perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak terkait ingin memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan, kelayakan operasional kapal, serta kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani bersama jajaran KSOP Kelas I Banten, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), INFA & Port, Polairud Polda Banten, serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) turun langsung meninjau sejumlah kapal penyeberangan yang tengah bersandar di Pelabuhan Merak.
Keterlibatan berbagai instansi tersebut mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan standar keselamatan pelayaran diterapkan secara konsisten, baik dari sisi fasilitas, kondisi teknis kapal maupun kesiapan sumber daya manusia.
Dalam inspeksi tersebut, tim memeriksa sejumlah perlengkapan keselamatan kapal, antara lain ketersediaan dan kondisi life jacket (rompi pelampung), sekoci, liferaft (rakit penolong), serta Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB), yakni perangkat pemancar sinyal darurat untuk membantu proses pencarian dan pertolongan apabila terjadi kecelakaan laut.
Pemeriksaan juga mencakup kesiapan sistem pemadam kebakaran CO2 Central di ruang mesin. Selain itu, tim menelaah jurnal atau catatan pemeriksaan dan pemeliharaan kapal guna memastikan seluruh prosedur pengecekan rutin telah dilaksanakan sesuai ketentuan.
Aspek kesiapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat turut menjadi perhatian. Hal ini penting mengingat keselamatan penumpang tidak hanya ditentukan oleh kelayakan kapal dan kelengkapan peralatan, tetapi juga kemampuan awak kapal menjalankan prosedur keselamatan secara cepat dan tepat.
Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menegaskan, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, kehadiran TNI AL dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pengawasan dan pemantauan keamanan maritim di wilayah Perairan Selat Sunda.
Melalui inspeksi dan koordinasi lintas instansi ini, diharapkan seluruh operator kapal semakin meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, serta kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi keadaan darurat. Dengan demikian, aktivitas penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, terutama selama masa angkutan Nataru. (red)







Be First to Comment