JAKARTA, NP — Pelaksanaan hari keempat latihan take off landing helikopter TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) di KRI Sriwijaya-100 berlangsung aman dan lancar.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Dr. Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa latihan tersebut merupakan bentuk interoperabilitas TNI dalam meningkatkan kemampuan kerja sama antarmatra.
“Latihan ini merupakan bentuk interoperabilitas TNI. Jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan TNI AL, pelatihan take off landing di atas platform KRI oleh penerbang helikopter TNI AD dan TNI AU telah dilaksanakan,” ujar Yayan Sofiyan.
Ia menjelaskan, sejumlah materi latihan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan para penerbang dalam melaksanakan operasi penerbangan di atas kapal perang. Materi tersebut meliputi High Recce, Low Recce, Dummy Approach, Touch and Go, serta Full Stop.
Pelaksanaan latihan ini sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peningkatan interoperabilitas TNI guna mengantisipasi perkembangan karakteristik peperangan modern.
Melalui latihan bersama ini, kemampuan koordinasi dan kerja sama antarmatra diharapkan semakin meningkat sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas operasi TNI secara terpadu. (red)







Be First to Comment