Press "Enter" to skip to content

Yel-Yel Marinir Menggema, Kebanggaan Orang Tua Iringi Pembaretan Prajurit Komando

Social Media Share

Diwarnai haru dan kebanggaan, para orang tua prajurit tak melewatkan momen berharga untuk berswafoto bersama Dankormar Letjen TNI Marinir Endi Supardi. Senyum bahagia dan pancaran sukacita menjadi ungkapan rasa bangga atas keberhasilan putra-putra mereka menuntaskan Pendidikan Komando dan menyandang kebanggaan sebagai prajurit Korps Marinir. (Foto: Ist)

MALANG, NP – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Upacara Pembaretan Mantan Siswa Komando Angkatan ke-180, Senin (12/10/2026). Di tengah momentum bersejarah bagi para prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu, suara lantang para orang tua yang meneriakkan yel-yel khas Marinir bersama Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI Marinir Endi Supardi menjadi pemandangan yang menyentuh.

Bukan sekadar teriakan penyemangat, yel-yel tersebut menjadi ungkapan kebanggaan keluarga atas perjuangan panjang putra-putra mereka dalam menempuh Pendidikan Komando. Di balik seragam dan ketangguhan para prajurit, tersimpan kisah tentang doa, pengorbanan, dan harapan orang tua yang mengiringi setiap langkah anak-anak mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

Dalam siaran pers yang disampaikan Selasa (13/10/2026), Dinas Penerangan Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengungkapkan, suasana penuh semangat dan haru mewarnai kebersamaan para orang tua dengan Pangkormar dan keluarga besar Korps Marinir. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti yel-yel kebanggaan Korps Marinir sebagai bentuk dukungan kepada putra-putra yang kini resmi menyandang kebanggaan sebagai prajurit Marinir.

Di antara wajah-wajah penuh kebahagiaan itu, Ibu Siti Rahma, yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, menyimpan kebanggaan tersendiri atas keberhasilan putranya, Serda Marinir Satria Candida. Perjalanan sang anak hingga menyelesaikan Pendidikan Komando menjadi pencapaian yang tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan atas pilihan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kebahagiaan serupa dirasakan Ibu Veronika Ibo, ibunda Prada Marinir Bon Melky Wanares. Ia turut larut dalam suasana kebersamaan, meneriakkan yel-yel bersama Pangkormar dan keluarga besar Korps Marinir. Momen itu memperlihatkan bahwa kebanggaan menjadi bagian dari keluarga prajurit tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga tumbuh dari kesadaran akan tanggung jawab besar yang menyertai pengabdian seorang prajurit.

Bagi para orang tua, keberhasilan tersebut bukan semata-mata pencapaian dalam pendidikan militer. Ada kebanggaan karena putra-putra mereka memilih jalan pengabdian yang menuntut disiplin, keberanian, ketangguhan, dan kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Teriakan yel-yel yang menggema bersama Pangkormar pun menjadi simbol kuatnya ikatan emosional antara prajurit, keluarga, dan Korps Marinir. Dalam suasana yang penuh keakraban itu, dukungan keluarga menemukan maknanya sebagai kekuatan moral yang menyertai perjalanan seorang prajurit.

Sebab, di balik ketangguhan setiap prajurit Marinir, ada keluarga yang senantiasa mendoakan, mendukung, dan merelakan orang-orang terkasihnya menjalani tugas pengabdian. Kebanggaan keluarga menjadi pengingat bahwa kehormatan seragam dan baret ungu tidak hanya dijaga melalui latihan dan penugasan, tetapi juga melalui nilai-nilai tanggung jawab, kesetiaan, dan dedikasi.

Momentum pembaretan tersebut sekaligus menjadi awal bagi para prajurit untuk terus mengasah profesionalisme, menjaga kehormatan Korps Marinir, serta melaksanakan setiap penugasan dengan penuh tanggung jawab. Dengan doa dan dukungan keluarga sebagai bekal moral, mereka diharapkan senantiasa siap mengabdikan diri demi kejayaan TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *