Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau dikenal Ni Luh Puspa. Ni Luh Puspa menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Masa Bakti 2026–2031. Ni Luh Puspa berharap jajaran pengurus baru dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan keumatan, pemberdayaan ekonomi, serta mendukung suksesnya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya. (Foto: Kementerian Pariwisata)
JAKARTA, NP- Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau dikenal Ni Luh Puspa menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Masa Bakti 2026–2031.
Ia berharap jajaran pengurus baru dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan keumatan, pemberdayaan ekonomi, serta mendukung suksesnya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas terbentuknya jajaran Manggala Tri Angga PHDI Pusat masa bakti 2026–2031, yaitu Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita sebagai Dharma Adhyaksa, Kolonel Inf. (Purn.) I Nengah Dana sebagai Ketua Sabha Walaka, dan Letjen TNI I Nyoman Cantiasa sebagai Ketua Pengurus Harian,” ucap Ni Luh Puspa dalam siaran persnya, Selasa (13/10/2026).
Ni Luh Puspa menegaskan momentum pengukuhan kepengurusan yang diawali pada pembukaan Mahasabha XIII ini harus dijadikan dorongan untuk memperkuat semangat pengabdian (ngayah) demi kemajuan umat dan bangsa secara luas.
“Saya berharap kepengurusan yang baru dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, agar pelayanan kepada umat semakin baik dan menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke akar rumput,” ujar Ni Luh Puspa.
Lebih jauh, seperti yang pernah ia sampaikan pada Pembukaan Mahasabhha XIII, Ni Luh Puspa mengatakan pada kesempatan itu ia menekankan pentingnya penanaman nilai Tat Twam Asi sebagai landasan penguatan umat di berbagai sektor teknis, mulai dari pendidikan, ekonomi hingga pariwisata berkelanjutan.
Tri Hita Karana Landasan Berkelanjutan
Khusus di sektor pariwisata, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai luhur tradisi Hindu sebagai salah satu landasan dalam mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.
Menurutnya, kekayaan tradisi, kehidupan spiritual, dan situs-situs suci merupakan bagian penting dari identitas budaya Nusantara yang harus dijaga kelestariannya.
Ajaran nilai Tri Hita Karana, menurutnya mengajarkan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, memiliki relevansi kuat dengan arah pengembangan pariwisata nasional yang mengedepankan keseimbangan, keberlanjutan, dan manfaat bagi masyarakat.
“Dari perspektif pariwisata, kekayaan tradisi Hindu di berbagai daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya Nusantara. Nilai Tri Hita Karana, yang mengajarkan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, sangat relevan dengan pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia menekankan, pengembangan pariwisata yang berbasis budaya dan spiritual harus dilakukan dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap nilai-nilai sakral serta memperhatikan keberlangsungan tradisi dan kelestarian lingkungan. Hal ini penting agar pengembangan destinasi tidak hanya memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata, tetapi juga menjaga warisan budaya dan spiritual untuk generasi mendatang.
“Tradisi, kehidupan spiritual, dan situs-situs suci perlu dijaga dengan penuh penghormatan, sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya. Pengembangannya juga harus memperhatikan kesucian tempat ibadah, kelestarian lingkungan, serta manfaat bagi masyarakat setempat,” katanya.
Ni Luh Puspa berharap semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga, terus menjadi landasan dalam merawat keberagaman tradisi, memperkuat inklusivitas, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
PHDI, menurut Ni Luh Puspa memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan, memperkuat pelayanan dan advokasi umat, serta merawat warisan budaya dan spiritual bangsa. Sinergi antara PHDI dan pemerintah diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai kebudayaan, toleransi, dan keberlanjutan.
“PHDI diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat pelayanan dan advokasi umat, serta merawat warisan budaya dan spiritual bangsa,” ungkapnya.
Ni Luh Puspa juga menyampaikan harapan agar kepengurusan PHDI Pusat masa bakti 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menjadi pelindung dan pengayom umat Hindu di Indonesia.
Menurutnya, nilai-nilai Sanatana Dharma atau kebenaran abadi perlu terus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman untuk memperkuat pengabdian, kedamaian, dan kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.
“Semoga kepengurusan PHDI Pusat masa bakti 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan baik, menjadi pelindung dan pengayom umat, serta terus membumikan nilai-nilai Sanatana Dharma atau kebenaran abadi dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia berharap, semangat kebersamaan antara pemerintah, PHDI, dan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual, menurutnya, tidak hanya penting bagi kehidupan umat beragama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pariwisata Indonesia yang bertanggung jawab, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (har)







Be First to Comment