Press "Enter" to skip to content

Pangkormar: Baret Ungu Bukan Sekadar Seremoni, tetapi Simbol Kehormatan Prajurit Marinir

Social Media Share

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi memimpin Upacara Pembaretan Mantan Siswa Komando Angkatan ke-180 di Pantai Baruna, Malang Selatan, Senin (12/10/2026).(Foto: Ist)

 

MALANG SELATAN – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi menegaskan, pembaretan bukan sekadar seremoni penyematan baret ungu, melainkan momentum sakral pengukuhan jati diri Prajurit Petarung Korps Marinir yang tangguh, profesional, dan berjiwa militan.

“Pembaretan bukan sekadar seremoni penyematan baret ungu, melainkan momentum sakral pengukuhan jati diri Prajurit Petarung Korps Marinir,” tegas Endi Supardi dalam amanatnya pada Upacara Pembaretan Mantan Siswa Komando Angkatan ke-180 di Pantai Baruna, Malang Selatan, Senin (12/10/2026).

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (13/10/2026), disebutkan bahwa upacara tersebut menandai keberhasilan 752 prajurit menyelesaikan Pendidikan Komando (Dikko) Korps Marinir TNI Angkatan Laut selama kurang lebih dua bulan. Mereka terdiri atas 453 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I dan 299 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I.

Prosesi penyematan baret ungu menjadi puncak pendidikan yang menempa para prajurit melalui lima tahap, yakni Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, dan Lawan Gerilya. Seluruh tahapan dirancang untuk membentuk ketangguhan fisik dan mental, karakter, jiwa korsa, serta kepemimpinan yang menjadi ciri khas prajurit komando Korps Marinir.

Sebagai puncak latihan, para prajurit juga menjalani Tahap Lintas Medan (Limed) dengan menempuh jarak sekitar 300 hingga 350 kilometer selama belasan hari. Perjalanan dimulai dari Banyuwangi dan berakhir di Pantai Baruna, Malang Selatan.

Dengan membawa perlengkapan tempur lengkap, para prajurit melintasi berbagai medan berat sebagai ujian akhir ketahanan, disiplin, dan daya juang sebelum dikukuhkan sebagai Prajurit Petarung Korps Marinir.

Menurut Pangkormar, baret ungu memiliki makna yang jauh melampaui identitas satuan. Baret tersebut merupakan simbol kehormatan, kebanggaan, sekaligus tanggung jawab sebagai prajurit pasukan pendarat amfibi TNI Angkatan Laut.

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menyematkan baret ungu kepada prajurit dalam Upacara Pembaretan Mantan Siswa Komando Angkatan ke-180 di Pantai Baruna, Malang Selatan, Senin (12/10/2026).(Foto: Ist)

“Kehormatan sebagai pemegang baret ungu harus diwujudkan melalui disiplin, loyalitas, militansi, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” demikian penekanan Pangkormar dalam amanatnya.

Ia juga mengingatkan para prajurit agar terus meningkatkan kemampuan tempur melalui latihan berkesinambungan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan modern. Peningkatan kemampuan tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan tugas, sekaligus menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain kemampuan tempur, Pangkormar menekankan pentingnya memegang teguh nilai-nilai dasar keprajuritan. Seluruh prajurit diminta senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Trisila TNI Angkatan Laut, dan Enam Tuntunan Korps Marinir.

“Soliditas, loyalitas, dan jiwa korsa harus terus dipelihara. Setiap prajurit wajib menjaga kehormatan serta nama baik Korps Marinir dan menghindari setiap pelanggaran hukum maupun disiplin yang dapat mencederai citra satuan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangkormar juga menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodiklatal, Komandan Kodikmar, para pelatih, instruktur, serta seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Komando hingga prosesi pembaretan.

Melalui momentum tersebut, 752 prajurit diharapkan mampu mengemban kehormatan baret ungu dengan penuh tanggung jawab, senantiasa siap menghadapi setiap tantangan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Komandan Kodiklatal Laksamana Muda TNI Singgih Sugiarto yang mewakili Komandan Kodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M.; Komandan Pasmar 1, Komandan Pasmar 2, Komandan Pasmar 3, Komandan Kodikmar, Komandan Kolatmar, Asisten Personel Pangkormar, serta Brigadir Jenderal TNI (Mar) Simanjorang selaku Direktur Pendidikan Kodiklatal. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *