Pengembalian trofi EPA Super League 2025/26 dari Persija Jakarta kepada I.League sebelum pertandingan dimulai. Foto : I. League
BOGOR, NP – Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/27 resmi bergulir. Laga pembuka yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United FC, Jeep Station Indonesia (JSI), Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/10).
Pembukaan EPA ONE 2026/27 ditandai dengan seremoni yang dihadiri Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra. Rangkaian pembukaan diisi dengan parade bendera klub peserta EPA ONE 2026/27, serta seremoni pengembalian trofi EPA Super League 2025/26 dari Persija Jakarta kepada I.League sebelum pertandingan dimulai.
Laga pembuka kemudian dimulai pada pukul 15.00 WIB. Tuan rumah Dewa United Banten FC U20 mengawali kompetisi dengan kemenangan 3-1 atas Persija Jakarta U20.
Dewa United U20 membuka keunggulan melalui Aditya Rachmat Apriansya pada menit ke-2. Persija U20 kemudian menyamakan kedudukan melalui Josh Holong Junior pada menit ke-17.
Memasuki babak kedua, Dewa United U20 kembali unggul melalui Abu Thalib pada menit ke-48, sebelum Nofalio Ardanan memastikan kemenangan 3-1 lewat gol pada menit ke-90.
EPA ONE 2026/27 juga menghadirkan dinamika baru dengan keikutsertaan sejumlah klub yang pada level tim senior berkompetisi di Pegadaian Championship.
Persis Solo, PSIS Semarang, dan Deltras FC menjadi tiga klub dari level Championship yang akademinya memenuhi kriteria untuk ambil bagian di EPA ONE 2026/27.
Keikutsertaan ketiga klub tersebut didasarkan pada hasil Club Licensing Assessment (CLA) dan pemenuhan persyaratan pengembangan akademi, bukan semata-mata berdasarkan level kompetisi tim senior.
Terdapat sejumlah dasar penilaian yang menjadi pertimbangan, antara lain pemenuhan syarat verifikasi akademi dalam I.League Youth Development Scheme, penilaian terhadap Youth Development Programme yang telah disubmit klub pada siklus Club Licensing sebelumnya, serta pernyataan kesiapan akademi untuk berkompetisi di EPA ONE.
Dengan demikian, EPA ONE memberikan ruang bagi klub yang memiliki kesiapan dan standar pembinaan akademi untuk berkompetisi di level elite youth, terlepas dari level kompetisi tim seniornya.
Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menilai hal tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem pembinaan pemain muda di Indonesia.
“EPA ONE kami bangun sebagai kompetisi pengembangan pemain muda. Karena itu, kesempatan untuk tampil di EPA ONE tidak semata-mata ditentukan oleh level kompetisi tim senior klub, tetapi juga melihat kesiapan dan pemenuhan kriteria akademinya. Persis, PSIS, dan Deltras merupakan contoh klub dari Championship yang berdasarkan hasil assessment memenuhi kriteria untuk berkompetisi di EPA ONE,” ujar Asep.
Menurut Asep, pendekatan tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas kepada klub-klub yang memiliki sistem pembinaan akademi yang baik untuk mendapatkan pengalaman bertanding di kompetisi dengan level kompetitif yang lebih tinggi.
“Ini menjadi salah satu hal positif dari sistem yang kami jalankan. Klub dari level kompetisi senior yang berbeda tetap memiliki kesempatan untuk berkompetisi di EPA ONE apabila akademinya memenuhi standar yang ditetapkan. Harapannya, semakin banyak klub yang memiliki perhatian terhadap pembinaan usia muda dan terus meningkatkan kualitas akademinya,” kata Asep.
EPA ONE 2026/27 diikuti sejumlah klub, antara lain Arema FC, Bali United FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Borneo FC Samarinda, Dewa United Banten FC, Garudayaksa FC, Isemulang Kalteng FC, Java United FC, Madura United FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persijap Jepara, Persik Kediri, Persita, PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, PSS Sleman, Deltras FC, PSIS Semarang, Persis Solo, dan Garuda United. Mereka akan bertarung di tiga level kompetisi usia muda yakni U16, U18 dan U20.
Asep menambahkan bahwa kompetisi usia muda tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang untuk menyiapkan pemain menuju level profesional.
“Yang paling penting dari EPA ONE adalah bagaimana kompetisi ini bisa menjadi bagian dari perjalanan pemain menuju sepak bola profesional. Mereka membutuhkan pertandingan dengan intensitas dan kualitas yang baik. Karena itu, kami berharap klub tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembinaan pemain,” ujar Asep.
Kemenangan 3-1 atas Persija U20 membuat Dewa United U20 mengawali EPA ONE U20 2026/27 dengan tiga poin. Sementara bagi Persija U20, pertandingan tersebut menjadi awal perjalanan mereka dalam kompetisi musim ini.
Dengan dimulainya EPA ONE 2026/27, I.League berharap kompetisi ini dapat semakin memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan kepada talenta-talenta muda Indonesia untuk berkembang melalui kompetisi yang terstruktur dan kompetitif.(WahyuWepe)







Be First to Comment