Press "Enter" to skip to content

Suryanto Lim Dorong Mahasiswa PEPI Jadi Pengusaha Tani Muda

Social Media Share

Wakil Direktur PEPI Enrico Syaefullah (kedua dari kiri) menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Suryanto Lim (kedua dari kanan) seusai kuliah umum, disaksikan Dedi Laksmana (kiri) dan moderator Narjisul Ummah (kanan). (Foto: Ist)

 

TANGERANG, NP – Sekitar 400 mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) antusias mengikuti Kuliah Umum PEPI 2026 bertema Hands on Experience PT Indofood Sukses Makmur untuk Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengembangan Komoditas Kentang, Kamis (22/10/2026), di kampus PEPI, Situ Gadung, Pagedangan, Tangerang, Banten.

Kuliah umum yang dibuka Direktur PEPI Harmanto tersebut menghadirkan Manager Agro PT Indofood Sukses Makmur, Suryanto Lim, sebagai narasumber. Diskusi dipandu Narjisul Ummah, dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian PEPI.

Dalam kesempatan itu, Suryanto membagikan pengalaman praktis mengenai tantangan dan dinamika dunia pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditas kentang. Ia menilai, berbagi pengalaman langsung dengan mahasiswa memberikan kesan tersendiri karena berbeda dengan kegiatan berbagi pengetahuan bersama kelompok tani di lapangan.

Direktur PEPI Harmanto (kiri depan) bersama Suryanto Lim (kanan depan) dan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum kuliah umum dimulai. (Foto: Ist)

“Biasanya kita paparan untuk sharing apa yang sudah kita ketahui dan kita jalani di lapangan. Kita sharing, misalkan bersama kelompok-kelompok tani dengan wawasan dan tentunya dengan bidang pertaniannya mereka sendiri secara informal,” ujar Suryanto kepada redaksi, Kamis (22/10/2026).

Menurut dia, mahasiswa perlu memperoleh gambaran nyata mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha pertanian, termasuk cara mengantisipasi persoalan agar tidak mengganggu proses produksi. Pengalaman praktis tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Kita sekarang jadi orang lapangan dan lebih implementatif, sehingga lebih praktis untuk disampaikan supaya mereka sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kita berharap ini adalah potensi-potensi pengusaha tani muda ke depan,” kata Suryanto, yang menempuh pendidikan SD hingga SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Suryanto Lim menyerahkan cendera mata kepada sejumlah mahasiswa PEPI seusai kuliah umum sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan. (Foto: Ist)

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara (Untar) dengan latar belakang pendidikan akuntansi itu menilai, mahasiswa memiliki keinginan kuat untuk mengetahui bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan selama diskusi. Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan langkah konkret yang dapat dilakukan mahasiswa ketika terjun ke masyarakat, terutama di daerah asal tempat mereka berencana mengabdi atau meniti karier di sektor pertanian.

Suryanto Lim (keenam dari kiri) berfoto bersama sejumlah mahasiswa PEPI seusai kuliah umum bertema penguatan kapasitas SDM dalam pengembangan komoditas kentang. (Foto: Ist)

Bagi Suryanto, substansi pertanyaan mahasiswa bukan semata-mata mengenai benar atau salahnya suatu pendekatan, melainkan bagaimana menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.

“Bagaimana keinginan mereka untuk menghasilkan sesuatu dan bisa dipraktikkan di masyarakat luas. Karena itulah tujuan ilmunya di dalam pertanian terkait ini sekarang, entah itu dalam mekanisasi, entah pengelolaan hasil, bagaimana pengelolaan yang tepat,” tuturnya.

Sekitar 400 mahasiswa mengikuti kuliah umum PEPI 2026 bertema “Hands on Experience PT Indofood Sukses Makmur untuk Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengembangan Komoditas Kentang” di kampus PEPI, Pagedangan, Tangerang, Banten, Kamis (22/10/2026). (Foto: Ist)

Ia menambahkan, penguasaan kondisi lapangan menjadi bekal penting sebelum mahasiswa menerapkan ilmu yang dimiliki. Pemahaman terhadap karakteristik lingkungan, persoalan produksi, serta kebutuhan masyarakat akan membantu mereka menentukan langkah yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau ada hal-hal seperti ini, mereka harus siap menghadapinya bagaimana. Karena implementasi ilmu mereka itu sangat penting untuk kondisi kita di Indonesia saat ini,” ujar pria kelahiran 1976 tersebut.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa PEPI diharapkan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan praktis dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian. Penguatan kapasitas sumber daya manusia tersebut menjadi salah satu bekal untuk mendorong lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan pertanian Indonesia.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *