Press "Enter" to skip to content

S’RASA Dorong Bumbu Nusantara Tembus Pasar Global

Social Media Share

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menunjukkan proses pengolahan hidangan Nusantara dalam demonstrasi memasak di Paviliun S’RASA pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).(Foto: Ist)

 

TANGERANG, NP — Kementerian Perdagangan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong ekspor produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia). Dalam aktivasi Paviliun S’RASA pada rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026), Kemendag menjajaki kolaborasi dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk mendukung distribusi produk bumbu Indonesia bagi restoran Indonesia di mancanegara.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor kuliner yang terintegrasi, mulai dari promosi produk, perluasan akses pasar, hingga penguatan rantai pasok. Sinergi dengan sektor penerbangan dan kargo diharapkan dapat membuka peluang bagi produk bumbu Indonesia untuk menjangkau pelaku usaha kuliner di luar negeri sekaligus mendukung penyajian hidangan Nusantara.

“Melalui S’RASA, kami mendorong promosi produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan pelaku usaha kuliner di luar negeri, termasuk ketersediaan bahan baku, kesinambungan pasokan, dan dukungan logistik. Dengan pendekatan ini, kami berharap hubungan antara produsen nasional dan restoran Indonesia di mancanegara makin kuat serta mampu membuka peluang perdagangan yang berkelanjutan,” ujar Roro dalam keterangan pers, Minggu (18/10/2026).

Penguatan promosi produk bumbu nasional juga dilakukan melalui demonstrasi memasak yang menghadirkan Vanny Prihatiningsih, Vice President Service Standard & Delivery PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, bersama Chef Vindex Tengker, juri MasterChef Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah hidangan Nusantara disajikan menggunakan produk bumbu lokal, yakni ayam balado dan rendang telur dengan bumbu masak DBFoods, serta rendang dan kalio ayam menggunakan bumbu rendang Subanabana, produk binaan Koperasi Wanita Ikaboga.

Roro mengatakan, demonstrasi memasak menjadi salah satu sarana untuk memperlihatkan potensi dan fleksibilitas penggunaan bumbu Indonesia dalam berbagai hidangan. Pengenalan produk melalui pengalaman kuliner secara langsung diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsumen dan pelaku usaha terhadap kualitas serta keragaman bumbu nasional, termasuk di kalangan pengelola restoran Indonesia di luar negeri.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk bumbu lokal berpeluang mendukung penyajian makanan khas Indonesia secara lebih praktis dan konsisten. Dengan meningkatnya pengenalan produk, produsen nasional diharapkan dapat memperluas kemitraan usaha dan menjangkau pasar industri makanan dan minuman di tingkat internasional.

Keterlibatan Garuda Indonesia dalam aktivasi S’RASA juga menjadi momentum untuk memperkuat dialog mengenai dukungan sektor penerbangan dan kargo terhadap perluasan pasar produk kuliner Indonesia. Selain konektivitas penerbangan, layanan kargo berpotensi menjadi bagian dari solusi distribusi produk pangan dan bumbu yang dibutuhkan restoran Indonesia di luar negeri. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan persyaratan pengiriman, ketentuan negara tujuan, serta kelayakan operasional dan komersial.

Vanny Prihatiningsih mengatakan, perluasan pasar kuliner Indonesia di luar negeri membutuhkan keterhubungan antara produk, pelaku usaha, dan konsumen. Dukungan distribusi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar produk pangan dan bumbu Indonesia dapat menjangkau pasar internasional sesuai kebutuhan pelaku usaha.

“Kolaborasi antarpelaku usaha dan dukungan distribusi menjadi bagian penting untuk membantu produk Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Penggunaan bumbu siap pakai dapat membantu pelaku usaha kuliner menghadirkan cita rasa masakan Indonesia secara lebih praktis dan konsisten,” ujar Vanny.

Selain demonstrasi memasak, Paviliun S’RASA menyelenggarakan forum bisnis bertajuk “Secret Ingredients for Global Culinary Business”. Forum yang dimoderatori Meilati Batubara, Direktur Gastro Nusantara sekaligus Kurator S’RASA, tersebut menghadirkan pemilik Restoran Amanah Mande di Jepang secara daring, Direktur PT Berangan Ragam Rasa yang menaungi Kopi Tuku, serta perwakilan manajemen kargo Garuda Indonesia.

Forum tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi restoran dan merek makanan dan minuman Indonesia di pasar internasional. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi pemenuhan kebutuhan bahan baku, kesinambungan rantai pasok, ketentuan regulasi, hingga dukungan logistik.

Diskusi itu juga menjadi wadah pertukaran informasi antara pengelola restoran diaspora, pemilik merek makanan dan minuman, penyedia jasa logistik, produsen bumbu, serta pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi peluang dan solusi bagi pengembangan usaha kuliner Indonesia di luar negeri.

Bagi Kemendag, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekspor kuliner yang terintegrasi. Restoran Indonesia di mancanegara tidak hanya berperan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara, tetapi juga berpotensi menjadi saluran pemasaran bagi produk pangan, bumbu, dan rempah nasional.

Karena itu, penguatan promosi perlu diiringi pengembangan kemitraan usaha dan dukungan rantai pasok yang mampu menjawab kebutuhan pasar. Ketersediaan bahan baku yang berkesinambungan, kemudahan distribusi, serta kesesuaian produk dengan ketentuan negara tujuan menjadi sejumlah aspek penting dalam memperluas pemanfaatan produk Indonesia di industri kuliner global.

Melalui S’RASA, Kemendag terus mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha dan mitra strategis untuk meningkatkan pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia di pasar internasional. Penjajakan sinergi dengan Garuda Indonesia diharapkan membuka peluang pengembangan dukungan logistik sesuai kebutuhan restoran Indonesia di mancanegara, sekaligus memperkuat akses pasar dan potensi ekspor produk nasional. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *