Press "Enter" to skip to content

93 Calon Pengawak Ikuti Pelatihan KPPK KRI Canopus-936

Social Media Share

Sesi pembukaan Pelatihan KPPK di Lounge Harimau, Kolat Koarmada I, Jakarta, Selasa (16/9/2025).(Ist)

JAKARTA, NP — Sebanyak 93 calon pengawak (cawak) KRI Canopus-936 mengikuti Pelatihan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) yang dilaksanakan di Lounge Harimau, Komando Latihan (Kolat) Koarmada I, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung sejak 14 hingga 26 September 2025 ini resmi dibuka oleh Komandan Kolat Koarmada I, Kolonel Laut (P) Ranu Samiaji. Pelatihan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Nomor Sprin/1448/VII/2025 tanggal 18 Juli 2025 dan Sprin/1697/VIII/2025 tanggal 22 Agustus 2025.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan para pejabat dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI AL, Koarmada RI, dan Pushidrosal. Perwira tertua dalam pelatihan ini adalah Kadishidros Pushidrosal, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W., yang turut memberi arahan kepada peserta.

Dalam amanatnya, Kolonel Ranu menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme dan kesiapan personel dalam pengawakan kapal jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) tersebut.

“Latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kesiapan fisik, mental, serta kerja sama tim yang solid dalam menghadapi tugas-tugas strategis ke depan,” ujar Kolonel Ranu.

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting, antara lain hukum laut internasional dan UNCLOS 1982, fungsi asasi kapal, pengetahuan bangunan dan sistem pendorong, olah gerak dan penyelamatan kapal, drill peran-peran di kapal, serta penyusunan Buku Induk Tempur (BIT).

Pelatihan ini juga bertujuan menghasilkan personel yang siap secara utuh—baik teknis, taktis, maupun mental—untuk mengawaki KRI Canopus-936 saat diserahterimakan dari galangan kapal.

KRI Canopus-936 merupakan kapal BHO dengan panjang 105 meter yang tengah dibangun di galangan Abeking & Rasmussen, Jerman. Kapal ini dilengkapi dengan teknologi survei modern seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Dengan kemampuan tersebut, KRI Canopus-936 tidak hanya akan menjalankan misi survei dan pemetaan hidro-oseanografi, tetapi juga mendukung operasi Search and Rescue (SAR), patroli maritim, penyelamatan, serta perlindungan lingkungan laut. Kapal ini akan menjadi elemen strategis dalam mendukung tugas Pushidrosal sebagai pelaksana survei dan pemetaan nasional di bidang kelautan.

Pengadaan KRI Canopus-936 merupakan bagian dari program modernisasi alutsista TNI Angkatan Laut, sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian dan keunggulan maritim Indonesia.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *