Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari timbunan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Longsor yang terjadi Minggu siang menimbulkan korban jiwa.(Foto: Basarnas)
BEKASI, NP – Longsor gunung sampah terjadi di zona 4 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah korban jiwa serta menimbun beberapa truk sampah dan warung di sekitar lokasi.
Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, total korban terdampak tercatat sebanyak 13 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil selamat, sementara tujuh lainnya ditemukan meninggal dunia.
Korban selamat masing-masing Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir. Adapun korban meninggal dunia yakni Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang (38), Hardianto, serta Riki Supriadi (40).
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan kejadian.
“Tim SAR gabungan melakukan pembukaan akses menggunakan alat berat seperti beko. Selain itu kami juga mengerahkan anjing pelacak (K9) serta drone thermal untuk penyisiran melalui udara guna mendeteksi kemungkinan adanya korban,” ujar Desiana dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Dalam proses pencarian, pada pukul 12.05 WIB tim SAR menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia dan langsung mengevakuasinya ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Beberapa jam kemudian, tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan korban tersebut bernama Jussova Situmorang (38).
Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB tim SAR kembali menemukan korban bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali yang tertutup timbunan sampah. Korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Pencarian terus dilakukan hingga malam hari. Pada pukul 23.30 WIB tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban terakhir, yakni Riki Supriadi (40), dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
Sementara itu, pihak kepolisian juga memastikan dua warga bernama Ato dan Dofir yang sebelumnya diduga menjadi korban, ternyata selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing.
Dengan ditemukannya seluruh korban serta tidak adanya laporan orang hilang, operasi SAR resmi ditutup pada Senin (9/3/2026) pukul 00.00 WIB.
Operasi pencarian melibatkan total 336 personel dari berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Polsek Bantargebang, TNI, Damkar Kota Bekasi, BPBD, PMI, Sat Brimob Polda Metro Jaya, serta sejumlah organisasi relawan.(red)







Be First to Comment