Bukan sekadar adu cepat di atas air, setiap kayuhan menjadi simbol kekompakan, kerja sama, sportivitas, dan semangat juang generasi muda.(Foto: Ist)
MOJOKERTO, NP — Tradisi Jung Kwatu kembali menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui Lomba LagaNaga, peserta tidak sekadar beradu kecepatan di atas air, tetapi ditempa untuk memahami arti kekompakan, disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.
Pembina Jung Kwatu, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, menegaskan LagaNaga bukan sekadar perlombaan dayung. Menurutnya, perahu hanya akan bergerak cepat jika seluruh anggota tim mampu menyatukan gerakan dan meninggalkan ego masing-masing.
“Di dalam satu perahu, semua harus bergerak bersama. Tidak boleh ada yang berjalan sendiri. Dari sinilah anak-anak belajar tentang kekompakan, disiplin, tanggung jawab, dan bagaimana menghadapi sebuah persaingan dengan sportivitas,” ujar Kolonel Marinir Kakung dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Ia mengatakan, Jung Kwatu sejak 2021 terus dikembangkan sebagai ruang pembinaan generasi muda sekaligus laboratorium karakter bahari. Olahraga dayung dan berbagai kegiatan pembinaan menjadi sarana untuk menanamkan nilai prestasi, kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap budaya bahari.

Menurut Kakung, nilai kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni. Semangat perjuangan harus diterjemahkan dalam aktivitas nyata yang mampu membentuk mental generasi muda.
“Memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif. Generasi muda harus memiliki semangat untuk belajar, berprestasi, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Lomba LagaNaga yang dipimpin Ketua Panitia Dymas Aji P dan Wakil Ketua Qitarah Yesenia F berlangsung kompetitif dan meriah. Tim 4 keluar sebagai juara pertama dengan diperkuat Syafaat Guna, Azzahra, Thoriq, dan Pratama.
Posisi kedua ditempati Tim 13 yang diperkuat Karel, Dias, Bisma, dan Ibrahim. Sementara Tim 12 yang beranggotakan Zaki, Alya, Adit, dan Sandi meraih juara ketiga.
Bagi Kakung, podium bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Nilai yang dibawa pulang peserta setelah perlombaan dinilai jauh lebih penting karena menjadi bekal menghadapi tantangan di luar arena.
“Selamat kepada para juara. Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang sudah menjaga semangat serta sportivitas. Teruslah berlatih, terus berprestasi, dan tetap jaga kekompakan. Dari Jung Kwatu, kita berharap tumbuh semakin banyak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan mencintai dunia bahari,” pungkasnya. (red)







Be First to Comment