Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75.435 BBL di Tol Cipali

Social Media Share

Kendaraan Daihatsu Sigra warna abu-abu bernomor polisi AA 1562 AE yang diamankan petugas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 13 boks berisi kurang lebih 75.435 ekor Benih Bening Lobster (BBL). (Foto: Ist)

CIREBON, NP – TNI AL melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) sebanyak kurang lebih 75.435 ekor yang melintas di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).

Penindakan tersebut berawal dari informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman BBL tanpa dokumen sah dari wilayah pesisir selatan Jawa Tengah menuju Banten. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Unit Intel Lanal Cirebon kemudian melakukan penyekatan dan pengintaian terhadap kendaraan yang diduga membawa benih lobster ilegal.

Pada pukul 07.35 WIB, tim mendeteksi kendaraan target berupa satu unit Daihatsu Sigra warna abu-abu dengan nomor polisi AA 1562 AE yang melintas di KM 125 Tol Cipali. Petugas selanjutnya melakukan pengejaran hingga kendaraan tersebut berhasil dihentikan di Rest Area KM 130B, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 13 boks berisi kurang lebih 75.435 ekor BBL. Selain mengamankan barang bukti dan kendaraan, petugas turut mengamankan dua orang yang diduga bertindak sebagai kurir, yakni RN (22) dan DP (20), yang keduanya berasal dari Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Seluruh barang bukti bersama kedua terduga pelaku selanjutnya dibawa ke Mako Lanal Cirebon untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan prakiraan sementara, puluhan ribu BBL tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp7,54 miliar.

Komandan Lanal Cirebon Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng mengatakan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AL bersama instansi terkait dalam mencegah praktik penyelundupan yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kelestarian sumber daya maritim Indonesia.

“Penindakan ini merupakan wujud sinergi TNI AL bersama instansi terkait dalam mencegah aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kelestarian sumber daya maritim Indonesia,” kata Mizar.

Menurut dia, pengawasan terhadap jalur distribusi sumber daya kelautan dan perikanan akan terus diperkuat guna mencegah terjadinya pelanggaran serta menjaga potensi kekayaan laut nasional.

“TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai komitmen dalam menjaga kekayaan laut Indonesia, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali,” ujarnya.

Kedua terduga pelaku beserta barang bukti saat ini masih menjalani proses pemeriksaan di Mako Lanal Cirebon untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *