Bukan sekadar perjalanan, Eduspoor menjadi pengalaman baru bagi peserta didik SLB-C Putera Bangsa untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian.(Foto: Ist)
MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menghadirkan pengalaman belajar yang edukatif, menyenangkan, dan inklusif melalui kegiatan Eduspoor bersama peserta didik SLB-C Putera Bangsa, Rabu (30/9/2026). Kegiatan Eduspoor menjadi kesempatan bagi para peserta didik untuk mengenal dunia perkeretaapian secara lebih dekat sekaligus mendapatkan pengalaman langsung mengenai berbagai layanan yang tersedia di stasiun. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai perkeretaapian dan pengenalan berbagai profesi petugas kereta api, termasuk petugas loket beserta tugas dan perannya dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Para peserta juga diberikan kesempatan mempraktikkan secara langsung proses pencetakan tiket melalui loket box sehingga dapat memahami proses pelayanan di stasiun melalui pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Selain pengenalan perkeretaapian, KAI Daop 7 Madiun memberikan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api kepada para peserta. Edukasi tersebut bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya mematuhi aturan keselamatan selama berada di lingkungan stasiun maupun saat melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Para peserta dikenalkan dengan sejumlah hal penting terkait keselamatan, seperti mengikuti arahan petugas, tertib saat berada di area stasiun, memperhatikan batas aman di peron, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, edukasi keselamatan menjadi bagian penting dalam kegiatan Eduspoor karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. “Melalui Eduspoor, kami tidak hanya mengenalkan kereta api dan berbagai profesi di dalamnya, tetapi juga mengajak peserta didik untuk memahami pentingnya keselamatan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi mereka ketika menggunakan kereta api maupun saat berada di lingkungan perkeretaapian,” ujar Tohari dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026). Menurut Tohari, edukasi keselamatan perlu diberikan secara berkelanjutan dengan metode yang disesuaikan dengan karakter peserta didik. Melalui pendekatan yang interaktif, pesan keselamatan diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat. “Kami ingin keselamatan disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, mencoba langsung, sekaligus mengenal aturan yang harus dipatuhi ketika berada di stasiun dan menggunakan kereta api,” tambahnya. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking di area boarding. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan sekaligus mengisi waktu sambil menunggu kedatangan kereta api. Setelah kereta api tiba, para peserta bersiap melanjutkan perjalanan menuju Jombang menggunakan KA Sancaka. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar secara langsung, mulai dari berada di stasiun, mengikuti proses boarding, menaiki kereta api, hingga menjalani perjalanan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban. Melalui kegiatan Eduspoor, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia perkeretaapian dan berbagai profesi petugas kereta api, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan, kedisiplinan, dan ketertiban selama menggunakan transportasi kereta api. KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi perkeretaapian yang inklusif, ramah, menyenangkan, dan berorientasi pada keselamatan, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang semakin memahami budaya keselamatan dalam menggunakan transportasi publik. (red)







Be First to Comment