Press "Enter" to skip to content

Pushidrosal-Kemendiktisaintek Perkuat Sinergi Riset Kelautan Nasional

Social Media Share

Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto menyerahkan Peta NKRI versi laut kepada Plt Sekjen Kemendiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco di Jakarta, Rabu (22/7/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mendorong riset kelautan dan pengembangan data hidrospasial nasional. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem riset sekaligus mendukung pembangunan maritim Indonesia.

Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan kerja Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., ke Kantor Kemendiktisaintek di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Danpushidrosal didampingi Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Danpushidrosal Laksma TNI Tasdik Mustika Alam, S.Si., M.Tr.Opsla., serta Asisten Operasi (Asops) Danpushidrosal Laksma TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T. Rombongan diterima Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., bersama Penasihat Ahli Menteri Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Riset dan Pengembangan Prof. Dr. Ketut Adyana, Direktur Talenta Riset dan Pengembangan Prof. Dr.rer.Pol. Heri Kuswanto, M.Si., serta jajaran Kemendiktisaintek.

Pertemuan membahas penguatan kerja sama strategis di bidang riset kelautan, termasuk pelaksanaan penelitian ilmiah menggunakan kapal survei Pushidrosal yang selama ini menjadi salah satu aset penting dalam mendukung eksplorasi dan pemetaan wilayah perairan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Danpushidrosal menyerahkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) versi laut kepada Kemendiktisaintek sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan data hidrospasial nasional. Sebelumnya, Pushidrosal juga telah menghibahkan 2.000 lembar peta NKRI kepada berbagai institusi.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan sekitar dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Potensi besar ini harus didukung riset yang kuat agar mampu menjadi fondasi pembangunan maritim nasional,” kata Budi Purwanto.

Ia menegaskan, laut Indonesia bukan hanya menyimpan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga menjadi jalur pelayaran internasional yang vital, ruang pertahanan negara, serta penghubung aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya antarpulau.

Karena itu, menurut Budi, sinergi Pushidrosal dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset nasional. “Data dan informasi hidrospasial yang dihasilkan Pushidrosal tidak hanya mendukung pertahanan negara dan keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi referensi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi lingkungan laut, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan berbasis kemaritiman,” ujarnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *