Press "Enter" to skip to content

ADI BING SLAMET Bersyukur Dapat Dukungan Dari Menteri Kebudayaan Sebagai Ketua PASKI Jabar

Social Media Share

Adi Bing Slamet berswafoto dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia saat ini dijabat oleh Fadli Zon. Foto : Dok. Pribadi

 

JAKARTA, NP – Tidak mudah ketua organisasi daerah mendapat dukungan Menteri Kebudayaan. Hal yang tidak mudah itu diterima oleh Adi Bing Slamet yang baru saja dilantik sebagai Ketua Persatuan Artis Komedi Indonesia (PASKI) Jabar.

“Saya bisa menjadi ketua PASKI Jabar berkat dukungan Menteri Kebudayaan Bapak Fadli Zon, tanpa dukungan beliau saya tidak bisa menerima amanah ini,” ujar Adi Bing Slamet kepada awak media belum lama ini

Dunia komedi Jawa Barat memasuki babak baru. Setelah resmi dilantik sebagai Ketua Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Jawa Barat periode 2026–2030, Adi Bing Slamet langsung memasang target besar.

Ia tak ingin PaSKI hanya dikenal sebagai organisasi tempat para pelawak berkumpul. Di tangannya, organisasi ini ditargetkan menjadi rumah kreatif, pusat regenerasi, sekaligus mesin penggerak ekonomi bagi para seniman komedi.

Adi resmi memimpin PaSKI Jabar setelah dilantik Ketua Umum PaSKI Pusat Jarwo Kwat pada 27 Agustus 2026.

Bagi pelawak senior yang malang melintang di dunia hiburan tersebut, jabatan ini bukan sekadar posisi bergengsi.

“Alhamdulillah saya dipercaya mengemban amanah teman-teman komedian asal Jawa Barat. Ini tugas yang tidak mudah. Tapi kalau dipikul bareng-bareng, insya Allah bisa berjalan,” ujar Adi.

Justru karena menyadari tugasnya tidak ringan, Adi memilih tidak buru-buru mengumbar program muluk. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah membongkar persoalan dari akar rumput.

“Kami akan menimba masalah di anggota. Setelah mengetahui masalah dan harapan anggota, baru kita rangkum untuk kemudian dilaksanakan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Bikin Acara

Bagi Adi, ukuran keberhasilan organisasi bukan seberapa sering membuat acara, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan anggotanya.

Karena itu, periode 2026–2027 akan difokuskan pada konsolidasi organisasi, pendataan anggota, penguatan komunikasi dan mengaktifkan kembali kegiatan PaSKI di berbagai daerah Jawa Barat.

Setelah fondasi organisasi kokoh, PaSKI Jabar akan masuk ke fase berikutnya pada 2028–2029.

Jaringan akan diperluas, produksi karya ditingkatkan dan kolaborasi dengan pemerintah, swasta, komunitas serta industri kreatif diperkuat.

Yang menarik, PaSKI Jabar juga mulai membidik kemandirian ekonomi.

Para pelawak tidak ingin selamanya hanya menjadi pengisi acara. Potensi komedi akan dikembangkan menjadi karya dan aktivitas kreatif yang mempunyai nilai ekonomi.

Dengan begitu, organisasi tidak terus-menerus bergantung pada kegiatan seremonial atau bantuan pihak lain.

Punya Mimpi Bangun Jabar Comedy Center

Ambisi Adi tidak berhenti pada empat tahun masa kepengurusan.

Memasuki 2030, PaSKI Jabar membidik sebuah legacy yang lebih besar: Jabar Comedy Center.

Pusat komedi ini nantinya diharapkan menjadi ruang berkarya, belajar, berkumpul dan melahirkan talenta-talenta baru dari Jawa Barat.

Tak hanya itu. PaSKI Jabar juga menggagas Digital Archive Komedi Jawa Barat, sebuah upaya menyelamatkan sejarah komedi agar para tokoh, karya dan perjalanan panjang seni lawak di Jawa Barat tidak hilang begitu saja.

Sebab, menurut visi organisasi, komedi bukan hanya soal membuat orang tertawa. Di dalamnya ada sejarah, budaya, kreativitas dan profesi yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komedian Muda Tak Boleh Kehabisan Panggung

Satu persoalan yang menjadi perhatian Adi adalah regenerasi.

Dunia komedi terus berubah. Muncul stand-up comedian, konten kreator, komedi digital hingga berbagai format hiburan baru. PaSKI Jabar dituntut mampu mengikuti perubahan tersebut tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Karena itu, ruang bagi komedian muda akan diperbesar.

Generasi senior diharapkan menjadi mentor, sementara generasi baru diberikan kesempatan untuk tampil, belajar dan menciptakan karya.

Regenerasi juga akan dilakukan di tubuh organisasi agar PaSKI Jabar tidak bergantung pada satu atau dua figur.

Dapat Dukungan Menteri Kebudayaan

Adi juga menyampaikan rasa syukurnya karena langkah PaSKI Jabar mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan.

Ia secara khusus mengapresiasi Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Kementerian Kebudayaan, dalam hal ini Bapak Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan yang mendukung setiap langkah PaSKI Jabar. Ini membuktikan kalau pemerintah peduli terhadap para pelawak,” kata Adi.

Dukungan tersebut menjadi modal moral bagi PaSKI Jabar untuk bergerak lebih jauh.

Sebab, bagi Adi, sudah waktunya profesi pelawak dipandang lebih serius. Mereka bukan hanya orang yang berdiri di panggung lalu membuat penonton tertawa, tetapi juga pekerja seni dan bagian dari ekosistem industri kreatif Indonesia.

Kini tantangannya ada di tangan Adi Bing Slamet dan jajaran pengurus PaSKI Jabar.

Empat tahun ke depan akan menjadi pembuktian: apakah PaSKI Jabar hanya akan berganti ketua, atau benar-benar mampu mengubah wajah komedi Jawa Barat menjadi lebih profesional, mandiri dan punya masa depan.

Dan Adi sudah memilih jalannya: bukan sekadar menjaga tradisi melawak, tetapi membangun masa depan komedi Jawa Barat.(WahyuWepe)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *