Pertemuan informal dan bincang-bincang pengusaha swasta nasional Indonesia dengan perwakilan Wali Kota Jakarta Utara dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian di sela-sela acara Haidian Global New Quality Productive Forces Exchange. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang kerja sama dengan Haidian District People’s Government of Beijing Municipality, khususnya dalam pengembangan teknologi pertanian, alat mesin pertanian (alsintan), penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Peluang tersebut mengemuka saat PEPI menghadiri pertemuan dengan 15 delegasi Haidian District People’s Government of Beijing Municipality di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Dalam pertemuan itu, PEPI memaparkan peran pendidikan vokasi pertanian dalam menyiapkan SDM andal dan siap kerja sekaligus mendukung program strategis Kementan menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Direktur PEPI Harmanto mengatakan, salah satu kontribusi PEPI dalam mendukung swasembada dilakukan melalui program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah dan menunjukkan hasil signifikan, termasuk di Provinsi Banten.

“Program PM-AAS sudah efektif berjalan, bahkan pada level nasional di beberapa titik. Di Provinsi Banten, hasilnya, kami sudah mencapai rekor nasional, hasil produksi 12,4 ton per hektare,” kata Harmanto di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut Harmanto, capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan modernisasi pertanian dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Karena itu, PEPI melihat paparan delegasi Haidian mengenai teknologi tepat guna dan alat mesin pertanian sebagai peluang untuk membangun kerja sama yang lebih konkret. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada pertukaran informasi, tetapi juga terbuka untuk penelitian bersama hingga investasi.

“Harapannya, ada prospek kerja sama, minimal information exchange antara PEPI dengan Haidian District. Beberapa stakeholders Haidian bisa saja berkunjung ke PEPI dan punya rencana investasi. Setiap prospek kerja sama, salah satunya mengarah pada peningkatan kapasitas SDM,” ujar Harmanto.
PEPI, lanjutnya, memiliki pengalaman dalam membangun kolaborasi internasional di bidang teknologi dan penelitian pertanian. Salah satunya melalui kerja sama dengan Korea Selatan yang menghasilkan hibah alat mesin pertanian sekaligus membuka kegiatan penelitian bersama.
“Kami pernah dapat hibah dari Korea Selatan, berupa alsintan (alat mesin pertanian), kegiatan research dengan joint research,” kata Harmanto.

Selain teknologi pertanian, PEPI juga menyiapkan penguatan kapasitas SDM melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-up Initiative (YESS-SI). Program yang ditargetkan efektif pada 2027 itu akan menyasar tiga kabupaten di Provinsi Banten, yakni Lebak, Serang, dan Pandeglang.
Program tersebut diarahkan untuk melahirkan entrepreneur baru sekaligus memperkuat tenaga terampil di sektor pertanian. PEPI kini tengah mematangkan persiapan program, termasuk penganggaran.
“YESS-SI rencananya efektif tahun depan. Kami sedang proses persiapan dan penganggaran. Kementerian/lembaga, kerja sama luar negeri, termasuk kemungkinan mahasiswa asing berpartisipasi ikut pendidikan di PEPI, hal tersebut sangat terbuka,” kata Harmanto.
Menurut dia, keterbukaan terhadap kerja sama internasional menjadi salah satu langkah PEPI untuk memperluas jejaring pendidikan dan penelitian, sekaligus mempercepat transfer teknologi serta peningkatan kompetensi SDM pertanian Indonesia. (Liu)







Be First to Comment