Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan bantuan senilai Rp3 miliar bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.(Foto: Kemenag)
LABUAN BAJO, NP – Pemerintah kembali menunjukkan kehadirannya di tengah warga terdampak gempa Flores. Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk membantu masyarakat sekaligus memulihkan layanan pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana.
Bantuan itu diserahkan saat Nasaruddin mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026). Menag menegaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan warga terdampak tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Sejak gempa terjadi, Kementerian Agama (Kemenag) bergerak melakukan pendataan kebutuhan dan kerusakan di sejumlah wilayah. Bantuan berupa tenda, kebutuhan dasar, hingga perlengkapan sekolah disalurkan secara bertahap.
Nasaruddin mengatakan, dirinya sejak awal ingin datang langsung menemui masyarakat terdampak. Namun, kendala transportasi membuat bantuan terlebih dahulu dikirim melalui jalur yang memungkinkan. “Bagi saya, itu (penyaluran bantuan) belum cukup. Saya ingin turun langsung dan akhirnya hari ini saya bisa datang ke tempat ini,” ujar Nasaruddin.
Kehadiran di tengah warga, menurut Nasaruddin, bukan sekadar bagian dari agenda pemerintahan. Lebih dari itu, ia ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran negara ketika menghadapi bencana.
“Kita ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Negara hadir, pemerintah hadir, dan kita semua adalah satu saudara dalam menghadapi musibah ini,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto mengatakan, jajarannya telah bergerak sejak awal bencana. Pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Selain bantuan tanggap darurat, Kemenag memberikan santunan kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia akibat gempa. Layanan pendidikan dan keagamaan juga terus dijaga agar tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Kemenag sebelumnya menyediakan 16 tenda belajar darurat dan 1.000 school kit bagi siswa terdampak gempa.
Nasaruddin berharap bantuan pemerintah dan solidaritas masyarakat dapat mempercepat pemulihan Flores. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus bergotong royong membantu warga terdampak hingga kehidupan kembali normal.
“Jangan sampai setelah masa tanggap darurat selesai, perhatian kita juga ikut selesai. Pemulihan harus terus dikawal sampai masyarakat benar-benar bangkit,” ujarnya. (red)







Be First to Comment