Press "Enter" to skip to content

Ahmad Muzani Dorong Peserta LBB MPR RI Jadi Calon Pemimpin Bangsa

Last updated on 06/09/2026

Social Media Share

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat  Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani foto bersama dengan Pemenang Lomba Baris Berbaris (LBB) MPR RI dari SMKN 2 Garut, Jawa Barat sebagai Juara Pertama LBB MPR RI Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Menurut Ketua MPR RI, LBB menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Ketua MPR RI berharap pengalaman para peserta berada di kompleks parlemen menjadi langkah awal menuju masa depan sebagai calon pemimpin bangsa.(Foto: narasipos.com)

JAKARTA, NP- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat  Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menegaskan bahwa seluruh peserta Lomba Baris Berbaris (LBB) MPR RI merupakan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air dan nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan Muzani saat memberikan pidato pada acara penutupan Lomba Baris Berbaris MPR RI yang diikuti perwakilan pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia.

Muzani mengatakan, proses panjang yang harus dilalui para peserta hingga dapat tampil di Gedung MPR RI merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, seluruh peserta yang hadir pada tahap akhir lomba pada hakikatnya adalah juara karena telah menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Pada pokoknya, bagi kami, semua yang datang pada sore hari ini di gedung ini pada hakikatnya semuanya adalah juara. Juara yang sesungguhnya adalah mereka yang mencintai negara, mencintai bendera, mencintai Pancasila, dan mencintai konstitusi,” ujar Muzani di Lapangan Upacara Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Turut HadirWakil Ketua MPR. HIidayat Nur Wahid. Plt Sekjen MPR Siti Fauziah.

Ia menilai, para peserta LBB tidak hanya membawa nama sekolah maupun provinsi masing-masing, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang diharapkan mampu menjaga semangat kebangsaan.

Muzani bahkan menyebut para peserta sebagai duta Empat Pilar MPR di daerah masing-masing. Karena itu, ia meminta para peserta tidak berhenti pada pencapaian lomba, tetapi terus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal yang paling berat bukan sekadar memikul dan membawa piala ataupun penilaian dari dewan juri. Hal yang paling berat adalah meneladani dan bersikap untuk selalu mencintai negara, mencintai orang lain di atas kepentingan dirinya, serta membela negara dan kepentingan orang banyak,” katanya.

Menurut Muzani, pengalaman mengikuti LBB juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Para peserta, kata dia, tengah dilatih untuk menjadi pribadi yang mampu membela kepentingan masyarakat dan negara.

“Ini adalah latihan menjadi pemimpin, latihan menjadi seorang yang bisa membela orang lain, latihan membela negara dan latihan membela kepentingan orang banyak,” ujarnya.

Muzani berharap pengalaman para peserta berada di kompleks parlemen menjadi langkah awal menuju masa depan sebagai calon pemimpin bangsa. Ia bahkan membayangkan para peserta suatu saat nanti akan kembali ke Gedung MPR RI dalam kapasitas yang berbeda.

“Jika saudara telah masuk gedung ini suatu hari, 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, mungkin 40 tahun yang akan datang, saudara akan masuk gedung ini menggantikan saya yang berdiri hari ini,” kata Muzani.

Ia pun meminta para peserta menyampaikan salam hormat dari Pimpinan MPR RI kepada teman-teman di sekolah serta keluarga masing-masing setelah kembali ke daerah.

“Doa saya, mudah-mudahan kedatangan saudara-saudara semuanya di gedung ini adalah awal yang baik untuk menjadi calon pemimpin bangsa pada masa yang akan datang,” urainya.

Pada kesempatan tersebut, Muzani juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri dan panitia yang telah bekerja keras selama rangkaian lomba berlangsung. Ia meminta maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan kegiatan.

Usai mengikuti penutupan, para peserta dijadwalkan menikmati sejumlah kegiatan dan mengunjungi berbagai tempat di Jakarta sebelum kembali ke daerah masing-masing. (har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *