Press "Enter" to skip to content

Longsor Gunung Sampah TPA Bantargebang, 6 Orang Tewas dan 1 Masih Dicari

Social Media Share

Pencarian korban longsor TPA Bantargebang terus berlangsung dengan bantuan alat berat, drone thermal, dan anjing pelacak K9. (Foto: Basarnas)

JAKARTA, NP – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban akibat longsornya gunung sampah di zona 4 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan tim SAR gabungan sejak awal kejadian langsung melakukan upaya pencarian dengan membuka akses menuju lokasi longsoran serta melakukan penyisiran di area yang diduga terdapat korban tertimbun.

“Para personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko serta mengerahkan anjing pelacak K9 untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. Pencarian juga dilakukan menggunakan drone thermal untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh,” ujar Desiana Kartika Bahari dalam keterangan pers, Senin (9/3/2026).

Longsor gunung sampah tersebut dilaporkan menimbun sejumlah kendaraan truk sampah serta beberapa warung yang berada di sekitar lokasi. Hingga saat ini jumlah korban masih terus didata berdasarkan keterangan saksi di lapangan dan laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban tercatat sebanyak 13 orang.

Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan selamat yakni Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

Sementara itu enam korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Enda Widayanti (25), pemilik warung; Sumine (60), pemilik warung; Dedi Sutrisno, sopir truk asal Karawang; Irwan Supriatin, sopir truk; Jussova Situmorang (38); serta Hardianto.

Satu korban lainnya atas nama Riki hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Pada Senin (9/3/2026) pukul 12.05 WIB, tim SAR berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Pada pukul 16.00 WIB tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan korban tersebut teridentifikasi sebagai Jussova Situmorang (38).

Selanjutnya pada pukul 16.57 WIB, pihak kepolisian juga menginformasikan bahwa dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang yakni Ato dan Dofir ditemukan dalam kondisi selamat dan telah kembali ke kediaman masing-masing.

Kemudian pada pukul 17.50 WIB, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia yang teridentifikasi bernama Hardianto di pinggir kali dalam kondisi tertumpuk timbunan sampah. Korban selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 336 personel gabungan yang terdiri dari unsur Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Polsek Bantargebang, Koramil, Damkar Kota Bekasi, TNI Batalyon Armed 7/Biring Galih, Sat Brimobda Polda Metro Jaya, Ditsamapta PMJ, Unit K9 PMJ, BPBD, PMI, serta sejumlah relawan dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun material longsoran sampah. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *