Press "Enter" to skip to content

Komunitas Driver Ojol Bali Imbau Masyarakat Tidak Menyamaratakan Perilaku Buruk WD

Social Media Share

JAKARTA, NP- Masyarakat belum lama ini dikejutkan dengan kabar kasus pemerkosaan bule Brasil oleh driver ojol berinisial WD, 26. Meskipun telah tertangkap oleh tim gabungan Polresta Denpasar dan Polres Pasuruan beberapa waktu lampu, buntut perbuatannya telah membuat netizen cemas.

Hal ini ditunjukkan beragam komentar yang diunggah sejumlah netizen, Sabtu (12/8/2023).

Unggahan akun Instagram Niluh Djelantik terkait kasus ini, seperti dikemukakan akun adelita.starsy. “ini yang kemarin aku baca beritanya…, bikin worry banget apalagi buat yang punya anak cewek”. Tulis adelita.starsy dalam komentarnya.

Kekesalan senada diungkap akun agung.goddess yang menyebut, “meresahkan, mesti diusut tuntas ini, jadi agak khawatir pake jasa ojol”.

Beragam komentar netizen atas ulang WD yang mendapat perhatian tinggi dari masyarakat, membuat driver ojol di Bali turut buka suara. Mereka sangat mengecam aksi keji yang dilakukan oknum driver itu.

Salah satunya adalah driver ojol bernama Gunawan yang tergabung dalam salah satu komunitas Bikers Online di Bali. Dia pun berharap, pelaku diberi hukuman yang setimpal.

“Kalau bisa dihukum kebiri karena mencoreng sekali. Apalagi, kita disini juga ada driver perempuan yah, kita sangat menjaga itu,” ujar Gunawan.

Sementara, Suryadi, driver yang tergabung dalam komunitas ojol lainnya mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian bersama Grab mengungkap dan menangkap pelaku. “Sangat berterimakasih, dengan kerja yang cepat pelaku langsung ditangkap,” katanya.

Suryadi sangat mengecam aksi keji yang dilakukan oknum driver itu. Pasalnya, tindakan oknum WD membuat citra ojol menjadi buruk, sehingga masyarakat enggan menggunakan ojol. Tentu saja ini merugikan ribuan driver ojol yang menggantungkan nasib dari pekerjaan ini.

“Hari Senin dan Selasa pasca berita soal WD keluar memang sempat bikin order rada turun. Untungnya sekarang udah mulai normal lagi,” ungkap Suryadi.

Gunawan dan Suryadi berharap, masyarakat tidak menyamaratakan semua driver ojol atas peristiwa itu. Sebab, aksi bejat yang dilakukan pelaku itu bukan akibat sistem, sehingga pengguna atau pelanggan ojol diharapkan dapat menyikapi hal ini dengan bijak.

Untuk diketahui, warga negara asing (WNA) asal Brazil yang menjadi korban rudapaksa oleh pelaku tindak kekerasan berinisial WD melapor pada Senin (7/8/2023) siang bersama aplikator ojol dan langsung mengikuti serangkaian pemeriksaan oleh penyidik, termasuk wawancara dengan Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Kanit PPPA), pembuatan BAP, pemeriksaan kesehatan atau visum di RS Trijata (RS Polda), serta penyitaan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban pada saat kejadian.

Dalam tempo 1×24 jam, Polisi berhasil menciduk pelaku pada Selasa (8/8/2023) pukul 21.30 WITA di Pasuruan Jawa Timur saat melarikan diri, Kabid Humas Polda Bali, Kombes. Pol. Jansen Avitus Panjaitan mengatakan penangkapan pelaku juga dibantu oleh manajemen Grab tempat pelaku bekerja sebagai driver ojol.(dito)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *