Press "Enter" to skip to content

Menag Bidik Kehadiran Grand Syekh Al-Azhar di Konferensi Imam Besar Dunia

Social Media Share

Menag Nasaruddin Umar bersama Dubes Mesir untuk Indonesia, H.E. Mr. Yasser Elshemy usai melakukan pertemuan untuk mengundang Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb, untuk hadir dalam International Grand Imam Conference (IGIC) yang akan digelar di Indonesia.(Foto: Kemenag)

JAKARTA, NP – Menteri Agama Nasaruddin Umar membidik kehadiran Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dalam International Grand Imam Conference (IGIC) yang digelar di Indonesia, 25–29 September 2026. Undangan resmi untuk tokoh tertinggi Al-Azhar itu akan disampaikan langsung dalam kunjungan Kementerian Agama ke Mesir dan Arab Saudi pada 1–4 September mendatang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi keagamaan melalui forum yang akan mempertemukan imam besar dan tokoh agama dari berbagai negara. IGIC mengusung tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”.

“Konferensi ini akan membahas bagaimana para imam dapat berperan dalam menciptakan harmoni, keamanan, dan perdamaian global,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (18/8/2026).

Sekitar 50 negara ditargetkan mengirimkan perwakilan. Hingga kini, 17 negara telah mengonfirmasi kehadiran. Pemerintah Indonesia juga tengah mematangkan kehadiran sejumlah tokoh penting dunia Islam dalam forum tersebut.

Menag menegaskan, Grand Syekh Al-Azhar menjadi salah satu figur utama yang diharapkan hadir. Karena itu, Kemenag tidak hanya mengirimkan undangan, tetapi berencana menyampaikannya secara langsung.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin menyampaikan permohonan untuk mengundang Grand Syekh Al-Azhar agar dapat menghadiri konferensi tersebut. Rencananya, kami akan menyampaikan undangan secara langsung pada 1–4 September, baik di Kairo maupun di Arab Saudi,” jelas Menag.

Ketua Steering Committee International Grand Imam Conference, Mohammad Sabilul Alif, mengatakan panitia juga tengah mengupayakan kehadiran Syekh Abdurrahman As-Sudais. Kedua tokoh tersebut diproyeksikan menjadi tamu kehormatan dalam konferensi.

“Hari ini Panitia International Grand Imam Conference mendampingi Menteri Agama bertemu Kedutaan Mesir. Agenda hari ini adalah menyampaikan bahwa kita akan mengundang dua tokoh grand imam besar, yaitu Grand Syekh Al-Azhar dan Syekh Sudais, yang nantinya akan menjadi tamu kehormatan kita,” kata Sabilul Alif.

Menurut dia, kehadiran dua tokoh tersebut akan memperkuat posisi IGIC sebagai forum diplomasi keagamaan internasional. Konferensi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan para tokoh agama, tetapi menghasilkan penguatan peran masjid dan imam dalam mendorong perdamaian dunia.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Mr. Yasser Elshemy, menyambut positif rencana tersebut. Ia menyatakan kesiapan membantu penyesuaian agenda pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar, termasuk mempertimbangkan jadwal keberadaan Grand Syekh di Kairo.

“Saya menanyakan rencana perjalanan Anda agar dapat menyesuaikan jadwal pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar. Biasanya, Grand Syekh kembali ke kampung halamannya di Luxor setiap akhir pekan untuk bertemu keluarganya,” ujar Dubes Yasser.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Mr. Amr Mokhtar, Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yafid, serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *