MADIUN, NP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen pegawai dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi. Masyarakat pun diimbau mewaspadai berbagai modus penipuan yang menjanjikan kelulusan menjadi pegawai KAI dengan meminta sejumlah uang.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan kasus penipuan bermodus calo pekerjaan di lingkungan PT KAI oleh Satreskrim Polres Madiun. Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai pejabat teknisi KAI, menggunakan atribut perusahaan, serta memberikan dokumen palsu kepada korban. Pelaku juga meminta sejumlah uang dengan dalih biaya pelatihan dan tes kesehatan.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa tersangka bukan merupakan pegawai maupun karyawan PT KAI. Seluruh atribut yang digunakan pelaku, mulai dari seragam, kartu identitas (ID card), hingga pakaian dinas yang dikenakan, dipastikan bukan atribut resmi perusahaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI. Proses rekrutmen KAI sama sekali tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, atau biaya penggantian akomodasi dan transportasi,” tegas Tohari dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa seluruh tahapan penerimaan pegawai KAI memiliki mekanisme dan ketentuan resmi. Karena itu, calon pelamar diminta tidak menggunakan jasa perantara atau mempercayai pihak yang mengklaim memiliki akses khusus untuk meloloskan peserta seleksi.
141 Peserta Lanjut Tes Wawancara
Penegasan tersebut juga disampaikan di tengah berlangsungnya Rekrutmen Eksternal PT KAI Tahun 2026 untuk tingkat pendidikan SLTA, D3, dan D4/S1.
Dari total 2.312 peserta yang mendaftar dan mengikuti tahapan tes kesehatan awal, sebanyak 581 peserta dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya, yakni tes psikologi. Pelaksanaan tes tersebut dipantau langsung Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi.
Selanjutnya, dari peserta yang mengikuti tes psikologi, sebanyak 141 orang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahapan tes wawancara.
KAI mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan mengandalkan kemampuan dan kompetensi masing-masing. Integritas serta kejujuran menjadi hal penting dalam proses penerimaan pegawai, sehingga tidak diperlukan bantuan pihak lain ataupun praktik percaloan.
Akses Informasi Melalui Kanal Resmi
Untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan, PT KAI mengingatkan bahwa seluruh informasi mengenai lowongan pekerjaan dan proses pendaftaran hanya disampaikan melalui situs resmi perusahaan, yakni karier.kai.id.
KAI juga tidak pernah menerima berkas lamaran fisik melalui pos maupun melalui instansi di luar mekanisme yang telah ditentukan pada situs resmi perusahaan.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai modus penipuan yang mengharuskan calon peserta memesan tiket perjalanan atau akomodasi melalui agen perjalanan tertentu dengan alasan sebagai bagian dari persyaratan seleksi.
Seluruh tahapan rekrutmen, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan awal, psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir, hingga pendidikan dan pelatihan (diklat), dilaksanakan berdasarkan ketentuan perusahaan. Informasi perkembangan seleksi disampaikan secara transparan melalui akun resmi masing-masing peserta.
KAI berharap masyarakat semakin cermat dalam menerima informasi terkait lowongan pekerjaan dan tidak mudah tergiur janji kelulusan instan. Apabila menemukan informasi mencurigakan atau indikasi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat atau melakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi resmi PT KAI.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan terhindar dari praktik penipuan sekaligus dapat mengikuti proses rekrutmen secara jujur, aman, dan sesuai ketentuan perusahaan. (red)







Be First to Comment