Press "Enter" to skip to content

Bina 400 UMKM, Krisdayanti Perlu Dukungan Pemerintah dan Media Massa

Social Media Share

MALANG, NP- Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti (KD) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di daerah sangat ditopang oleh dukungan pemerintah pusat serta pemangku kepentingan lain termasuk media massa.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur V meliputi Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kota Malang) ini mengaku di dapil nya tersebut, usaha mikro kecil menengah (UMKM) berhasil tumbuh berkat sentuhan program-program pemerintah yang disokong oleh tugas-tugas kedewanan.

“Alhamdulillah. Jadi kalau dari tahun pertama sampai tahun keempat ini ada 400 UMKM binaan kami,” ujar Krisdayanti dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Malang, Jumat (9/6/2023).

Acara yang digelar hingga Minggu (11/6/2023) itu diisi dengan diskusi bertajuk “Peran Aktif Media dan DPR RI dalam Menumbuhkan Ekonomi Lokal melalui UMKM dan Pariwisata”.

Selain KD, panggilan akrab Krisdayanti, acara juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Malang Tantri Bararoh, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Iinformasi Kota Malang Nur Widiyanto. Dari pihak Kesetjenan DPR diwakili Deputi Persidangan Sekretariat Jenderal DPR RI Suprihartini, S.IP dan Kepala Biro Pemberitaan DPR Indra Pahlevi.

KD mencontoh, dari beragam program pemerintah, Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang terus disokong oleh tugas-tugas kedewanan mampu mencegah penurunan angka kemiskinan secara drastis. Bahkan, banyak UMKM yang diselamatkan dari jerat rentenir.

Dia menjelaskan pada tahun pertama setiap tahunnya ada 100 kelompok, per kelompoknya ia memberikan dana Rp 20 juta. Berkat Program TKM ini, ia meyakini berhasil menyelamatkan banyak orang dari jeratan renternir. Sebab berdasarkan pernyataan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, ada sekitar 30 juta UMKM yang belum terkait dengan perbankan dan akhirnya lari ke rentenir.

“Nah hal-hal yang seperti ini saya harapkan tidak terjadi di UMKM kota se-Malang Raya ini,” ujar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Namun, bagi KD, upaya membantu program-program pemerintah sekaligus menjalankan tugas-tugas kedewanan tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan media massa.

Sebagai jembatan informasi dan komunikasi yang sangat dipercaya, KD mengatakan media massa menjadi sarana penghubung antara ia selaku wakil rakyat dan pelaku UMKM dalam menggali apa yang patut diperkuat lagi untuk menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat tersebut.

“Tentu dengan porsinya yakni sebagai seorang jurnalis yang mengabarkan fakta di lapangan untuk diketahui masyarakat luas. Begitu pula dengan fakta-fakta kinerja dewan yang ada, mulai dari persidangan sehingga kerja-kerja kedewanan yang langsung menyerap aspirasi di tengah masyarakat. Apalagi pemerintah sejak awal telah memetakan dampak pandemi baik dari kesehatan maupun ekonomi,” tegas KD.

Anggota DPRD Kabupaten Malang, Tantri Bararoh menambahkan media massa memiliki peran sangat penting dalam mensupport semua kegiatan yang tidak hanya kegiatan politik kedewanan. “Karena terkadang kita lupa bahwa ada kegiatan ada usaha yang harus diperhatikan adalah UMKM. Produk lokal,” kata Tantri.

Tugas wartawan adalah selain mejadi pemberi informasi juga menjadi pengingat tentang hal-hal yang luput disentuh oleh para wakil rakyat. “Kalau perekonomian ini kolaps maka gerakan politik juga akan punya dampak,” sebutnya.

Oleh karena itu, politisi dari PDI Perjuangan ini berharapawak jurnalis, harus betul-betul mensosialisasikan berbagai macam hal yang diharapkan kinerja kedewanan dan pemerintah menjadi optimal.

“Kami berharap support yang pertama tentu pemerintah karena pembuat regulasi atau kebijakan. Juga akademisi yang melakukan riset dan analisis dari dampak kebijakan tersebut. Dan media yang menjadi pembuka bahwa kita ini harus menggeliatkan pembangunan, menggeliatkan ekonomi lokal,” tegas Tantri.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Iinformasi Kota Malang Nur Widiyanto mengatakan konsep pemerintahan Kota Malang adalah Malang Raya. Yaitu mensinergikan seluruh wilayah di Malang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Karena kita banyak irisannya antara kami dengan kabupaten dan Kota Batu. Maka harus bergerak bersama. UMKM yang ditonjolkan adalah ekonomi kreatif. Ada 14 suksesor ekonomi kreatif yang hampir semua ada di Kota Malang,” tegas Nur Widiyanto.(dito)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *