Tim SAR gabungan mengevakuasi kantong jenazah korban insiden ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10) malam.(Ist).
SIDOARJO, NP – Tim SAR gabungan kembali menemukan 11 jenazah korban tertimbun reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari keenam pascakejadian, Sabtu (4/10). Selain itu, satu potongan tubuh manusia berupa kaki kanan juga ditemukan di lokasi yang sama.
“Temuan hari ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 25 orang,” ungkap Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan resmi, Minggu, (5/10/2025).
Seluruh jenazah ditemukan di sektor A4, dengan waktu evakuasi dimulai pukul 14.35 WIB hingga 23.30 WIB. Jenazah dan bagian tubuh tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Potongan tubuh yang belum teridentifikasi belum dimasukkan dalam jumlah korban resmi hingga proses identifikasi tuntas.
Proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur hukum guna memastikan identitas korban, menjaga martabat, serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga, termasuk dalam urusan administrasi dan hak-hak korban.
Hingga Sabtu pukul 23.37 WIB, total korban yang telah dievakuasi berjumlah 129 orang. Dari jumlah itu, 104 selamat—95 di antaranya sudah pulang dan delapan lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit rujukan. Sementara 38 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan absensi ponpes.
Operasi SAR terus berlanjut hingga Minggu (5/10) dini hari, dengan fokus pencarian di sisi utara bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, BNPB dan BPBD juga mendirikan tenda untuk keluarga korban di RS Bhayangkara Surabaya. Tenda ini disiapkan untuk mendukung kenyamanan, keamanan, serta mempercepat proses identifikasi dan pelayanan lanjutan.(red)







Be First to Comment