Advisor Rektor Universitas Trisakti sekaligus pengusaha Sigit Samsu (keempat dari kanan, mengenakan kemeja putih) bersama para mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Usakti. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Teknologi pirolisis untuk mengonversi limbah plastik menjadi energi alternatif sesungguhnya bukan hal baru, termasuk di lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Trisakti (Usakti). Namun, pemanfaatan energi alternatif tersebut dinilai masih memerlukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.
“Pirolisis sebetulnya teknologi lama. Sampah yang berasal dari hidrokarbon bisa dikembalikan lagi menjadi hidrokarbon. Di lingkungan kampus, pengolahan sampah plastik sudah berjalan dan saat ini masih dalam tahap penelitian. Kami bekerja sama dengan pihak swasta yang membiayai kegiatan ini dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan energi alternatif. Kebetulan yang bersangkutan juga alumni Usakti,” kata Advisor Rektor Usakti sekaligus pengusaha, Sigit Samsu, kepada Redaksi, Kamis (4/6/2026).
Pirolisis merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui pemanasan dengan sedikit atau tanpa oksigen. Melalui proses tersebut, senyawa hidrokarbon rantai panjang yang terkandung dalam plastik diubah menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih pendek sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Menurut Sigit, dukungan alumni sangat membantu pengembangan riset yang tengah dilakukan kampus.
“Alumni kami menyediakan peralatan dan pelatihan yang dapat memberi manfaat bagi diversifikasi sumber energi. Kami memiliki dua laboratorium untuk kegiatan penelitian, yaitu laboratorium milik Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan satu lagi laboratorium milik swasta. Hasil penelitian yang diperoleh sangat prospektif. Tinggal bagaimana hasil penelitian itu didaftarkan agar memiliki legalitas. Laboratorium Bioenergi siap mengakomodasi berbagai eksperimen dan pengujian guna mendukung pengembangan energi alternatif di Indonesia,” ujar alumni Fakultas Teknik Mesin Usakti tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan penelitian tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengembangan teknologi pirolisis yang juga dikaitkan dengan berbagai kegiatan edukatif, termasuk melalui penyelenggaraan Vintage Land Rover.
Selain itu, inovasi yang dilakukan Muryani (59), seorang lulusan sekolah dasar yang berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM), dinilai dapat menjadi pembelajaran berharga mengenai kerja keras, semangat, dan tekad dalam menciptakan solusi bagi persoalan energi.
Muryani berhasil menciptakan alat yang diberi nama destilator, yang mampu mengubah limbah plastik menjadi tiga jenis BBM, yaitu premium, solar, dan minyak tanah.
“Beliau belajar secara otodidak untuk mengolah sampah plastik menjadi BBM. Ini merupakan proses pirolisis, yakni dekomposisi termal bahan organik pada suhu tinggi dalam kondisi minim atau tanpa oksigen, yang secara inheren merupakan bentuk pemisahan kimia untuk memecah senyawa kompleks,” ujar Chief Event Organizer (CEO) Vintage Land Rover.
Muryani bahkan sempat membagikan hasil inovasinya kepada masyarakat sekitar sebagai alternatif pengganti bensin. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan semangat mewujudkan kemandirian energi berbasis pengolahan limbah.
Di sisi lain, penyelenggara juga tengah mempersiapkan kegiatan Vintage Land Rover yang akan menempuh rute bersejarah Anyer–Panarukan dalam waktu dekat.
Rute tersebut mengikuti jalur Jalan Raya Pos yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, pada periode 1808–1811. Jalan sepanjang sekitar 1.000 kilometer itu membentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa dan pada masanya digunakan untuk kepentingan pertahanan serta layanan pos.
“Kami akan menggelar event Vintage Land Rover berupa napak tilas mengikuti jalur Jalan Pos Daendels. Di setiap kota yang dilewati terdapat kantor pos bersejarah dan kami akan singgah di lokasi-lokasi tersebut. Perjalanan dibagi menjadi sekitar 10 etape karena mempertimbangkan kondisi kendaraan yang merupakan mobil tua, dengan target tempuh sekitar 100 kilometer per hari,” kata CEO Berkah Maju Sejahtera (Aerostarjet Aviation) Exclusive Air Charter Provider. (Liu)







Be First to Comment