Wakil Gubernur Lemhannas, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, saat menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, yang mengangkat isu strategis ekonomi biru sebagai pilar pembangunan maritim Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(Foto: Ist)
MANADO, NP – Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa/HC) dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara, Kamis (19/6/2026).
Penganugerahan gelar tersebut diberikan langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., dalam Sidang Senat Terbuka yang dihadiri sivitas akademika Unsrat, jajaran pimpinan daerah, unsur TNI-Polri, serta para undangan lainnya.
Dalam orasi ilmiahnya, laksamana bintang tiga kelahiran Surabaya, Mei 1970, yang hadir bersama istrinya, Ketty Erwin S. Aldedharma, memaparkan sejumlah peluang implementasi ekonomi biru guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Erwin, peluang pertama adalah transformasi logistik maritim. Indonesia membutuhkan sistem logistik maritim yang modern, efisien, dan terintegrasi. Tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan serta peningkatan daya saing nasional. Karena itu, penguatan konektivitas antarpulau, modernisasi pelabuhan, digitalisasi logistik, dan pengembangan industri galangan kapal nasional harus menjadi prioritas pembangunan.

Peluang kedua adalah membangun kedaulatan berbasis pengetahuan. Di era global, sumber daya alam maupun jumlah armada tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kekuatan bangsa. Indonesia perlu membangun kedaulatan maritim melalui riset dan inovasi, pengembangan bioteknologi kelautan, energi terbarukan laut, serta pemetaan data bawah laut yang akurat. Perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, industri, dan TNI perlu bersinergi melalui pendekatan Triple Helix untuk membangun ekosistem inovasi nasional.
Sementara itu, peluang ketiga adalah penguatan ketahanan dan mitigasi maritim. Menurut Erwin, tidak ada pertumbuhan ekonomi tanpa keamanan dan tidak ada investasi tanpa stabilitas. Ancaman maritim yang semakin kompleks, ditambah dampak perubahan iklim dan bencana pesisir, menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Ancaman tersebut antara lain penangkapan ikan ilegal, pembajakan dan perompakan di laut, serta perdagangan dan penyelundupan manusia.
Karena itu, Indonesia harus membangun keamanan maritim yang memiliki kapasitas regional melalui penguatan sistem pengawasan laut, peningkatan kemampuan mitigasi bencana, serta sinergi antara pertahanan negara dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Semoga gelar kehormatan ini selalu menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga nama baik Universitas Sam Ratulangi Manado melalui pengabdian dan kontribusi bagi kejayaan Indonesia,” ujar Erwin dalam pidatonya, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (23/6/2026).
Erwin menambahkan, gelar kehormatan tersebut juga dipersembahkan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut dan masyarakat pesisir Indonesia.
“Kami juga mendedikasikan gelar kehormatan ini kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut yang senantiasa menjaga kedaulatan negara di garda terdepan, serta kepada masyarakat pesisir Indonesia yang terus menghidupkan denyut nadi ekonomi maritim bangsa,” katanya. (red)







Be First to Comment