Press "Enter" to skip to content

Maulid Nabi, Menghidupkan Keteladanan Rasulullah dengan Konsumsi Halal dan Thayyib

Social Media Share

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengajak umat Islam pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 untuk menghidupkan keteladanan Rasulullah dengan cara memilih dan mengonsumsi produk yang halal dan thayyib. (Foto: BPJPH)

JAKARTA, NP- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kesadaran untuk memilih dan mengonsumsi produk yang halal dan thayyib.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membangun kebiasaan hidup yang baik, bertanggung jawab, serta memastikan apa yang dikonsumsi dan digunakan berasal dari sesuatu yang halal dan baik.

“Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan dalam keseharian kita sebagai ummatnya. Salah satunya adalah membiasakan diri memilih dan mengonsumsi produk yang halal dan thayyib. Karena, apa yang kita konsumsi bukan hanya berkaitan dengan tubuh, tetapi juga dengan keberkahan kehidupan,” ujar Ahmad Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Menurut Babe Haikal, konsep halal dalam Islam memiliki dimensi yang luas. Halal tidak berhenti pada boleh atau tidak bolehnya suatu produk dikonsumsi, tetapi juga mengandung nilai tanggung jawab, kebersihan, keamanan, kualitas, kejujuran, dan kepastian bagi masyarakat.

Karena itu, kesadaran halal perlu tumbuh sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Konsumen perlu semakin kritis dalam memilih produk, sementara pelaku usaha perlu memastikan proses produksi dan produk yang dihasilkan memenuhi ketentuan jaminan produk halal.

“Rasulullah mengajarkan kita kejujuran, amanah, kebersihan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu sangat relevan dengan halal lifestyle. Produk halal harus memberikan kepastian kepada konsumen, sementara pelaku usaha harus menjalankan proses usahanya dengan selalu amanah,” tegas Babe Haikal.

Babe Haikal menambahkan, negara melalui BPJPH hadir untuk memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH). Sertifikasi halal menjadi instrumen penting untuk memastikan kehalalan produk melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan hanya melihat halal dari labelnya. Di balik sebuah produk halal ada proses, ada tanggung jawab, ada kejujuran, dan ada upaya untuk memberikan pelayanan terbaik dan ketenangan kepada masyarakat. Inilah nilai yang ingin kita bangun dalam ekosistem halal Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Babe Haikal mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai pengingat untuk memperbaiki kualitas kehidupan, termasuk dalam menentukan pilihan terhadap produk yang dikonsumsi dan digunakan sehari-hari.

Menurutnya, semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap produk halal, semakin kuat pula ekosistem halal nasional. Konsumen memiliki peran melalui pilihan produknya, sementara pelaku usaha memiliki peran melalui komitmen menghadirkan produk yang memenuhi standar halal.

Hal tersebut menjadi semakin penting seiring Indonesia memasuki momentum besar implementasi Wajib Halal Oktober 2026. BPJPH sebelumnya menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan “Tahun Halal Indonesia”, dengan penguatan ekosistem halal sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pusat produksi halal dunia.

“Kalau kita ingin meneladani Rasulullah, mari kita mulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita. Pilih selalu yang halal dan thayyib (baik), jujur dalam berusaha, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, dan jangan merugikan apalagi mengambil hak orang lain. Dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah insyaallah lahir ekosistem halal yang kuat dan masyarakat yang berkualitas,” tutur Babe Haikal.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat bahwa halal bukan sekadar simbol atau label, melainkan bagian dari nilai kehidupan yang berorientasi pada kebaikan, kemaslahatan, dan keberkahan.

“Semoga Maulid Nabi tahun ini membawa kita semakin dekat dengan keteladanan Rasulullah. Mari kita hadirkan akhlak beliau dalam kehidupan kita: jujur, amanah, bersih, bertanggung jawab, dan senantiasa memilih dan mengonsumsi yang halal dan thayyib,” tegas Babe Haikal. (har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *