JAKARTA, NP — TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan sekaligus kelestarian sumber daya kelautan nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ilegal yang diperkirakan bernilai sekitar Rp2,5 miliar, Sabtu (18/4/2026).
Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran pers yang diterima Minggu (19/4/2026) menyatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan patroli dan pengawasan di wilayah Jalan Lingkar Timur, Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.
Dalam operasi tersebut, tim SFQR mengamankan seorang pria bernama Kasimin yang diduga membawa BBL tanpa dokumen resmi. Pelaku menggunakan sepeda motor dengan membawa satu boks styrofoam berisi benih lobster.
Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Markas Komando (Mako) Lanal Cilacap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap yang terdiri atas enam personel turut dilibatkan untuk melakukan verifikasi dan penghitungan barang bukti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Minggu (19/4/2026), jumlah BBL yang diamankan mencapai 5.859 ekor, terdiri atas jenis pasir dan mutiara. Dari jumlah tersebut, negara diperkirakan mengalami potensi kerugian hingga Rp2,5 miliar.
Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada pihak PSDKP Cilacap untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
TNI Angkatan Laut menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam memberantas praktik ilegal di wilayah perairan Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta melindungi kekayaan sumber daya kelautan nasional, sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)







Be First to Comment