TANGERANG, NP- Media massa memiliki peran sentral dalam proses demokrasi di tanah air, terutama dalam menjembatani opini publik terkait hubungan antar lembaga negara yang ada.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Achmad Dimyati Natakusumah menilai peran media massa efektif menciptakan check and balances yaitu menciptakan keseimbangan antara DPR sebagai pemegang kekuasaan legislatif dalam mengawasi jalannya penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan pemerintahan sebagai pemegang kekuasaan eksekutif.
“Jadi ada chek and balance, ada keseimbangan. Sehingga kita bisa membuka jendela bagaimana parlemen Indonesia ke depan,” ucap Dimyati dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI kerjasama Setjen DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dengan tema ‘Sinergi DPR RI dan Media dalam Menyongsong Keanggotaan Parlemen Baru’ di Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang, Banten, Jumat (26/7/2024).
Hadir dalam kegiatan yang berlangsung hingga Minggu, 28 Juli 2024 itu, Kepala Badan Keahlian DPR RI Inosentius Samsul, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI Indra Pahlevi dan jajaran, Kepala Biro Protokol Humas dan Media (PHM) Setjen DPD RI Mahyu Darma, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar serta narasumber Pengamat Politik Ujang Komaruddin.
Dimyati yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini mengatakan media massa terutama para wartawan yang melakukan kegiatan peliputan di parlemen, memiliki tugas, tangung jawab dan tantangan semakin berat ke depan, seiring dengan kehadiran kehadiran media sosial (mendsos) yang telah memainkan perannya dalam kehidupan sosial dan transisi demokrasi.
Jangan sampai, serangan dari luar dengan sasaran tembak menjatuhkan kelembagaan DPR diperparah juga oleh tembakan dari dalam. “Kita berharap jangan menusuk dari dalam, bukan mengangkat harkat martabat DPR malah sebaliknya menghajar,” sebut Dimyati.
Anggota DPR RI tiga periode ini menambahkan, secara prinsip ia tidak ingin di mata publik kinerja DPR dinilai ketinggalan dengan pemerintah karena tidak adanya komunikasi efektif dari media massa dalam memberikan informasi yang benar terhadap kinerja DPR RI.
“Pemerintah ini begitu lengkap dan pencitraannya luar biasa. Nah kami pun berharap teman-teman di media parlemen ini memberikan pencitraan terhadap DPR pun terus ditingkatkan,” ujarnya.(har)







Be First to Comment