Press "Enter" to skip to content

Kemenag Buka Donasi untuk Korban Bencana di NTT, Sulteng, dan Sumut

Social Media Share

Bantuan kita mungkin sederhana, tetapi bagi mereka bisa menjadi kekuatan untuk bertahan dan bangkit.(Foto: Kemenag)

JAKARTA, NP – Kementerian Agama (Kemenag) membuka Donasi Tanggap Bencana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.

Penggalangan dana tidak hanya diarahkan untuk menghimpun bantuan, tetapi juga disertai skema penyaluran berbasis kebutuhan dan data terverifikasi. Langkah ini ditempuh agar bantuan yang terkumpul tidak berhenti pada penghimpunan, tetapi segera menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Donasi dapat disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 7121241697 atas nama Tanggap Darurat Kemenag. Masyarakat juga dapat berdonasi melalui QRIS pada kanal resmi publikasi Kementerian Agama.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Hubungan Masyarakat, Ismail Cawidu, menegaskan pengelolaan bantuan menjadi bagian penting dalam respons Kemenag terhadap bencana.

“Kepedulian masyarakat tentu harus kita sambut dengan tata kelola bantuan yang baik. Karena itu, bantuan akan disiapkan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan data yang telah diverifikasi, sehingga apa yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” ujar Ismail di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (19/8/2026).

Kemenag memprioritaskan kebutuhan warga terdampak, termasuk keluarga besar Kemenag. Dukungan juga diarahkan untuk rumah ibadah dan satuan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana.

“Saat sebagian dari kita masih dapat menjalani aktivitas seperti biasa, saudara-saudara kita di wilayah terdampak sedang berjuang memulihkan kehidupan. Kami mengajak keluarga besar Kementerian Agama dan masyarakat untuk hadir menguatkan mereka melalui kepedulian yang dapat kita berikan bersama,” katanya.

Data Dipusatkan, Tim Diterjunkan

Kemenag menyiapkan mekanisme pendataan satu pintu untuk menghindari tumpang tindih informasi. Data dari kabupaten/kota dihimpun melalui Kantor Wilayah Kemenag, kemudian dikompilasi di tingkat pusat.

Selain pendataan, tim dari sejumlah unit Kemenag disiapkan untuk melakukan verifikasi langsung ke lokasi. Verifikasi mencakup kondisi warga, fasilitas terdampak, kebutuhan mendesak, hingga dokumentasi pendukung.

Data yang telah diverifikasi akan menjadi dasar penentuan prioritas bantuan dan koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait.

Ismail mengakui kondisi di lapangan masih dinamis. Gangguan akses transportasi dan komunikasi di sejumlah titik turut menyulitkan proses penghimpunan informasi.

“Kita ingin bergerak cepat, tetapi juga harus tepat. Tim di daerah dan pusat terus berkoordinasi untuk memetakan kebutuhan sehingga bantuan yang dibawa tidak sekadar sampai ke lokasi, tetapi memang menjawab kebutuhan masyarakat pada fase tanggap darurat ini,” tegasnya.

Pada tahap awal, bantuan diprioritaskan untuk pangan dan kebutuhan dasar masyarakat. Kemenag juga menyiapkan sarana darurat guna menjaga layanan pendidikan keagamaan tetap berjalan di wilayah yang fasilitas pendidikannya belum dapat digunakan.

Kemenag mengajak masyarakat ikut memperkuat penanganan bencana melalui donasi.

Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor Rekening: 7121241697
a.n. Tanggap Darurat Kemenag

Donasi juga dapat disalurkan melalui QRIS pada poster resmi Donasi Tanggap Kementerian Agama.

Kemenag menegaskan bantuan yang terkumpul akan diarahkan untuk kebutuhan tanggap darurat sekaligus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *