Press "Enter" to skip to content

Korps Marinir Perkuat Pengamanan Pulau Terluar, Sinergi Pembangunan Pos Dipercepat

Social Media Share

Asops Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati mengikuti Rapat Koordinasi Sinergi Pembangunan/Restorasi Pos Pengamanan Pulau Terluar di Kantor BNPP-RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Korps Marinir TNI AL menegaskan komitmennya memperkuat pengamanan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia. Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Sinergi Pembangunan/Restorasi Pos Pengamanan Pulau Terluar yang digelar di Kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP-RI), Jalan Kebon Sirih No. 31, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi dalam kegiatan tersebut diwakili Asisten Operasi Panglima Korps Marinir (Asops Pangkormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati. Rapat dipimpin Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara BNPP-RI, Dr. Gutmen Nainggolan.

Forum tersebut membahas percepatan pembangunan dan restorasi Pos Pengamanan Pulau Terluar, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana serta dukungan bagi personel yang bertugas di lapangan. Keberadaan pos pengamanan dinilai strategis untuk memastikan kehadiran negara sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan.

Sinergi BNPP-RI, TNI, khususnya Korps Marinir TNI AL, serta kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci agar pembangunan dan restorasi pos tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi benar-benar mampu menunjang tugas pengamanan secara optimal dan berkelanjutan.

Asops Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati menegaskan, penguatan pos pengamanan di pulau terluar harus diwujudkan melalui langkah konkret dan terpadu.

“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terwujud langkah konkret dan terpadu dalam pembangunan serta restorasi Pos Pengamanan Pulau Terluar untuk mendukung pengamanan wilayah perbatasan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Arief.

Menurutnya, keberadaan personel TNI di wilayah terluar tidak dapat dilepaskan dari dukungan fasilitas pengamanan yang memadai. Karena itu, pembangunan dan restorasi pos menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas berlangsung efektif di kawasan yang menjadi beranda terdepan Indonesia.

“Korps Marinir TNI AL senantiasa siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat pertahanan dan keamanan nasional, khususnya dalam menjaga wilayah terluar, terdepan dan terpencil Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Penguatan Pos Pengamanan Pulau Terluar sekaligus menegaskan bahwa kehadiran negara di kawasan perbatasan harus diwujudkan secara nyata, baik melalui keberadaan personel maupun kesiapan fasilitas pendukungnya. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *