Mewakili Kasal, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menekankan pentingnya kemampuan inovatif bagi Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dalam menghadapi dinamika pertahanan dan keamanan maritim nasional.
Pesan tersebut disampaikan Kasal dalam sambutan yang dibacakan Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo selaku Inspektur Upacara pada pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-66 Tahun Ajaran 2026 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).
“Sebagai calon pemimpin masa depan pertahanan dan keamanan negara, saya berharap para Pasis mampu menjadi pengemban yang inovatif di bidang strategi operasi laut dan keamanan maritim nasional,” kata Kasal.
Sebanyak 112 Pasis dinyatakan lulus seleksi dan mengikuti Dikreg Seskoal Angkatan ke-66. Mereka terdiri dari 100 Pasis TNI Angkatan Laut serta 12 Pasis tamu dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan Polri.
Kasal juga mengingatkan para Pasis agar tidak sekadar mengejar kemampuan akademis selama menjalani pendidikan. Nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, menurut dia, harus menjadi landasan dalam membentuk kualitas calon pemimpin TNI dan unsur pertahanan keamanan nasional.
“Selama pendidikan, amalkanlah nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Dari 100 Pasis TNI AL, sebanyak 32 berasal dari Korps Pelaut, 17 Korps Teknik, 7 Korps Elektronika, 10 Korps Suplai, 14 Korps Marinir, 7 Korps Kesehatan, 9 Korps Khusus, 2 Korps Polisi Militer, dan 2 Korps Hukum.
Adapun 12 Pasis tamu terdiri atas 4 perwira TNI AD, 4 TNI AU, dan 4 Polri. Pendidikan tersebut diharapkan menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertahanan yang memiliki kemampuan strategis, adaptif, serta mampu menjawab tantangan keamanan maritim yang terus berkembang. (red)







Be First to Comment