Press "Enter" to skip to content

Delegasi Pakistan Pelajari Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia

Social Media Share

Menteri Wihaji saat menerima delegasi Pemerintah Pakistan di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Senin (28/9/2026). Pertemuan membahas kerja sama kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Sebagai wujud komitmen Indonesia dalam kerangka penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menerima kunjungan delegasi Pemerintah Pakistan di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Senin (28/9/2026). Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari praktik baik Indonesia sekaligus merancang adaptasi inovasi program kependudukan dan keluarga berencana.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menjelaskan sejumlah keunggulan Indonesia dalam penyelenggaraan program kependudukan dan keluarga berencana, khususnya dukungan tenaga lini lapangan. “Kelebihan dari Kemendukbangga/BKKBN, barangkali, adalah memiliki tenaga lini lapangan, termasuk Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang selama ini bekerja di lapangan untuk mengendalikan dan mengatur angka kelahiran melalui metode kontrasepsi. Negara juga turut hadir agar masyarakat mendapatkan layanan kontrasepsi melalui anggaran pengadaan alokon, alat dan obat kontrasepsi,” ujar Wihaji dalam siaran pers, Senin (28/9/2026).

Selain dukungan tenaga lini lapangan, Menteri Wihaji memaparkan sejumlah program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang digalakkan untuk menjawab berbagai tantangan keluarga. Program tersebut antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yakni intervensi terhadap keluarga berisiko stunting melalui bantuan sesuai kebutuhan dengan melibatkan mitra kerja sebagai orang tua asuh; Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), program standardisasi daycare yang berkolaborasi dengan stakeholder dan mitra kerja; serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong optimalisasi peran ayah dalam pengasuhan anak.

Kemendukbangga/BKKBN juga tengah menyiapkan SuperApps tentang keluarga sebagai sarana layanan konsultasi keluarga berbasis digital. Selain itu, terdapat program Lansia Berdaya (SIDAYA) yang diarahkan untuk mewujudkan lansia tangguh dan tetap berdaya dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Director General of Population Programme Wing, Ministry of National Health Services, Regulations and Coordination, Shabana Saleem, selaku pimpinan delegasi Pemerintah Pakistan, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah praktik baik Indonesia di bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga yang akan dipelajari lebih lanjut. Hal itu mencakup desentralisasi pemerintahan, mekanisme anggaran, penggerakan komunitas, hingga observasi Kampung Keluarga Berkualitas.

Menurut Shabana, pengalaman Indonesia memiliki relevansi dengan kondisi Pakistan. “Pakistan dan Indonesia memiliki sejumlah kesamaan yang signifikan, seperti populasi yang besar dan beragam, struktur komunitas yang kuat, sistem pemerintahan yang desentralisasi di provinsi. Oleh karena itu, program perencanaan keluarga di Indonesia sangat relevan untuk diimplementasikan di Pakistan,” tutur Shabana Saleem.

Kunjungan delegasi Pemerintah Pakistan tersebut berlangsung hingga 3 Oktober 2026. Melalui kerja sama ini, Menteri Wihaji berharap kedua negara dapat terus bertukar pikiran, gagasan, dan pengalaman dalam bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga, sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin antara Indonesia dan Pakistan. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *