Press "Enter" to skip to content

Pemerintah Perkuat Pemantauan Stok dan Distribusi Jagung Pakan

Social Media Share

Dirjen PKH Agung Suganda.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Pemerintah memperkuat pemantauan stok dan distribusi jagung pakan untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternak rakyat.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Satgas Pangan Polri melakukan verifikasi kondisi stok dan distribusi jagung dari sentra produksi hingga pengguna akhir.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan langkah tersebut merupakan respons pemerintah terhadap aspirasi peternak, terutama peternak ayam petelur rakyat yang sangat bergantung pada jagung sebagai salah satu bahan utama pakan.

“Kami menerima aspirasi dari peternak terkait kenaikan harga jagung pakan. Ini menjadi perhatian bersama karena pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi. Pemerintah ingin memastikan pasokan tersedia, distribusinya berjalan baik, dan peternak memperoleh jagung dengan harga yang wajar,” ujar Agung di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (25/9/2026).

Menurut Agung, pemantauan akan difokuskan pada rantai pasok di wilayah sentra produksi dan industri pakan. Tim akan melihat kesesuaian antara data stok, kondisi fisik di lapangan, serta kelancaran distribusi jagung hingga ke peternak.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Gunawan, mengatakan berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS) maupun pendataan melalui petugas informasi pasar dan penyuluh, ketersediaan jagung secara nasional berada dalam kondisi mencukupi.

“Kami ingin memastikan distribusinya berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan yang mengganggu pasokan ke pasar,” ujar Gunawan.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik pengumpulan serta gudang dan silo pedagang yang berperan dalam distribusi jagung di wilayah strategis. Pemantauan terutama menyasar sentra produksi jagung dan kawasan dengan konsentrasi populasi serta kebutuhan peternakan yang tinggi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi stok, kelancaran distribusi, serta perkembangan harga jagung di tingkat lapangan.

Kementan menegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas jagung perlu memperhatikan keseimbangan di sepanjang rantai pasok. Petani perlu memperoleh harga yang memberikan insentif untuk terus berproduksi, sementara peternak membutuhkan bahan baku pakan dengan harga yang mendukung keberlanjutan usaha.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Brigjen Pol. Hermawan, mengatakan verifikasi lapangan diperlukan agar langkah pemerintah didasarkan pada kondisi stok dan distribusi yang sebenarnya.

“Bapanas bersama tim gabungan akan memverifikasi kesesuaian antara laporan stok dengan kondisi riil di lapangan. Prioritas kami adalah memastikan pasokan mengalir dengan baik sehingga keseimbangan harga dari tingkat produsen hingga pengguna tetap terjaga,” ujar Hermawan.

Pengawasan juga melibatkan Satgas Pangan Polri. Kombes Pol. Lambe P. Birana dari Bareskrim Polri menegaskan pentingnya memastikan distribusi pangan berjalan sesuai ketentuan.

“Pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Apabila dalam proses verifikasi ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Lambe.

Kementan bersama Bapanas, Satgas Pangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait akan terus memantau perkembangan pasokan dan harga jagung pakan serta menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan secara terukur. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *