Jajal simulator helikopter EC-120 Colibri.(Ist)
KUALA LUMPUR, NP— TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) terus memperkuat kerja sama bilateral melalui program pertukaran perwira muda, Junior Officer Exchange Programme (JOEP) 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 19–23 Agustus 2025 di sejumlah lokasi, termasuk Kuala Lumpur, Subang, Kedah, dan Melaka.
Program tahunan ini menjadi wahana strategis untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta mempererat hubungan persahabatan antarpersonel kedua angkatan udara. Delegasi TNI AU dipimpin oleh Komandan Wing Pendidikan 700/Hanud, Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto.
Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari kunjungan kehormatan, paparan struktur organisasi TUDM, hingga diskusi strategis di Wisma Perwira ATM Kuala Lumpur. Delegasi juga melakukan kunjungan ke Skuadron 8 di Pangkalan Udara Subang dan Kolej Tentera Udara di Kedah.
Dalam forum diskusi, turut dibahas pengembangan Institut Latihan Pengurusan Antariksa (Inspra) serta rencana jangka panjang TUDM dalam Capability Development Plan 2055.
“Selain agenda militer, delegasi TNI AU berkesempatan menjajal simulator helikopter EC-120 Colibri di Kedah dan meninjau pesawat angkut berat A-400M milik TUDM di Subang,” ujar Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto dalam keterangan tertulis, Selasa (26/8/2025).
Dia menambahkan, pertukaran informasi dan pengalaman ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan dan memperkuat interoperabilitas kedua angkatan udara.
Selain aspek pertahanan, peserta JOEP juga mengikuti kegiatan budaya dan sejarah, seperti kunjungan ke Red Square Melaka, Museum Kraf Kuala Lumpur, Menara Kembar Petronas, dan pusat pemerintahan Putrajaya.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa JOEP tak sekadar mempererat kerja sama militer, tetapi juga membangun jembatan pemahaman dan persahabatan lintas budaya,” ujar Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto.
Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., yang menargetkan terwujudnya TNI AU yang AMPUH—adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis—guna menjawab tantangan pertahanan udara di kawasan secara efektif dan kompetitif.(red)







Be First to Comment