Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keterangan terkait pengembangan jaringan kereta api nasional usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju.
Pengembangan jaringan perkeretaapian tersebut diarahkan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat sistem logistik nasional, serta menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Pemerintah juga menilai penguatan sektor ini penting untuk menekan biaya distribusi barang sekaligus mengurangi beban transportasi jalan raya.
Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Kamis (11/6).
“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (12/6/2026).
Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api terus menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 8,8 persen, dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada 2025. Peningkatan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Saat ini, jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga 10.524 kilometer, termasuk penguatan jaringan kereta perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di berbagai kota besar.
Pengembangan jaringan tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Di Sumatera, perkeretaapian difokuskan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat, sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua diarahkan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejumlah proyek strategis turut didorong, antara lain pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah. Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.
“Kami menyampaikan pengembangan kereta logistik dan kereta wisata, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan menekan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah. Selain itu, program pelayanan gerbong kereta untuk petani dan pedagang juga terus berjalan dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Layanan ini telah hadir di Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi,” jelas Menhub Dudy.
Menurut Menhub, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata. Dengan begitu, masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.
“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Menhub Dudy.
Melalui pengembangan jaringan kereta api nasional ini, Menhub Dudy optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia. Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung. (red)







Be First to Comment