Dekan FTTP bersama jajaran pejabat PT Caputra Mitra Sejati. (Foto: Ist)
BANTEN, NP – Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) FTTP Unhan RI Tahun 2026 di PT Caputra Mitra Sejati Shipyard, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menautkan dunia pendidikan tinggi pertahanan dengan praktik nyata industri galangan kapal nasional.
Kunjungan tersebut diikuti rombongan FTTP Unhan RI dan diterima langsung oleh jajaran manajemen PT Caputra Mitra Sejati. Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai aktivitas industri galangan kapal, proses pembangunan dan perbaikan kapal, tata kelola keselamatan kerja, serta peran galangan kapal dalam mendukung kemandirian teknologi maritim nasional.
Rombongan KKDN FTTP Unhan RI 2026 dipimpin oleh Dekan FTTP Unhan RI, Prof. Dr. Henry Setiyanto, S.Si., M.T., didampingi unsur pimpinan fakultas serta panitia pelaksana. Kehadiran pimpinan fakultas ini menegaskan komitmen FTTP Unhan RI dalam memastikan kegiatan KKDN berjalan terarah, akademik, serta relevan dengan kebutuhan penguatan ekosistem industri pertahanan nasional.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Henry Setiyanto menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan pihak perusahaan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi pertahanan dan industri maritim nasional. “Atas nama Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada manajemen PT Caputra Mitra Sejati. Penerimaan ini menjadi bukti adanya semangat kolaborasi antara kampus pertahanan dan industri maritim nasional,” ujarnya dalam keterangan pers.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa KKDN bukan sekadar agenda kunjungan akademik, melainkan ruang pembelajaran strategis yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas industri. Menurutnya, pemahaman pertahanan tidak cukup dibangun di ruang kelas semata. “Pertahanan tidak hanya dipelajari dari ruang kelas, tetapi juga harus dipahami dari bengkel kerja, galangan kapal, ruang desain, proses fabrikasi, pengelasan, integrasi sistem, quality control, hingga manajemen proyek industri. Di tempat seperti inilah mahasiswa dapat melihat bagaimana ilmu teknik bertemu dengan kebutuhan nyata bangsa,” tegasnya.
Dalam pandangan Prof. Henry, PT Caputra Mitra Sejati Shipyard merupakan bagian penting dari ekosistem industri maritim nasional yang memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat pembangunan dan perbaikan kapal, tetapi juga sebagai simpul teknologi, rantai pasok, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kemandirian pertahanan.
Ia juga menilai mahasiswa FTTP Unhan RI perlu menjadikan galangan kapal sebagai laboratorium besar ketahanan maritim. “Mahasiswa FTTP Unhan RI harus mampu membaca galangan kapal sebagai simpul strategis ketahanan maritim nasional. Di dalamnya ada teknologi, sumber daya manusia, rantai pasok, dan semangat kemandirian bangsa. Inilah ruang belajar yang sangat penting bagi calon-calon teknolog pertahanan,” katanya.
Sementara itu, Site Manager PT Caputra Mitra Sejati, Hasriadin, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan industri menjadi penting untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia di sektor maritim. “Kami menyambut baik kunjungan FTTP Unhan RI. Industri galangan kapal membutuhkan generasi muda yang memahami teknik, disiplin kerja, keselamatan, dan kebutuhan industri secara nyata. Kehadiran mahasiswa di galangan seperti ini diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai proses pembangunan dan perawatan kapal,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami proses industri galangan kapal secara menyeluruh, mulai dari tahap desain, pemilihan material, fabrikasi, pengelasan, instalasi komponen, integrasi sistem, pengujian kualitas, hingga manajemen produksi. Pengalaman ini diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa, tidak hanya secara konseptual, tetapi juga secara praktis di lapangan.

Salah satu perwakilan peserta KKDN FTTP Unhan RI juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai keterkaitan antara ilmu teknik dan kebutuhan pertahanan nasional. “Melalui kunjungan ini, kami dapat melihat langsung bahwa teknologi pertahanan tidak berdiri sendiri. Ada proses industri, tenaga ahli, material, standar kualitas, dan manajemen yang bekerja secara terpadu. Ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Kegiatan KKDN FTTP Unhan RI 2026 di PT Caputra Mitra Sejati juga membuka peluang penguatan kerja sama ke depan, termasuk riset bersama, magang mahasiswa, pelatihan teknis, transfer pengetahuan, serta inovasi di bidang industri maritim dan teknologi pertahanan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, FTTP Unhan RI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi pertahanan yang aplikatif, relevan, dan terhubung dengan kebutuhan nyata bangsa. Sinergi antara kampus pertahanan dan industri galangan kapal nasional diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas teknologi, kemandirian industri, dan daya saing pertahanan Indonesia.
Kegiatan KKDN ini sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan pertahanan tidak hanya bertumpu pada doktrin dan teori, tetapi juga pada kemampuan bangsa untuk menguasai teknologi, mengelola industri, dan membangun kemandirian secara nyata. (red)







Be First to Comment