Memilih damai, kembali bersatu. Dua eks anggota OPM menyatakan ikrar setia kepada NKRI dalam suasana penuh haru di Distrik Sinak, Papua Tengah.(Foto: Dispenad)
JAKARTA, NP – Dua eks anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari kelompok Kalenak Murib akhirnya meninggalkan jalan konflik dan memilih kembali menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keputusan tersebut menjadi penanda bahwa pendekatan humanis dan komunikasi persuasif masih menjadi jalan efektif dalam membuka ruang rekonsiliasi di Tanah Papua.
Endis Kelua dan Komalen Kelua, yang sebelumnya bergabung dengan kelompok OPM pimpinan Kalenak Murib di Kampung Agen-gen, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, secara sukarela menyatakan ikrar setia kepada NKRI di Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 621/Manuntung, Sabtu (18/7/2026).
Keduanya mengambil keputusan tersebut setelah melalui proses pendekatan yang dilakukan Satgas Yonif 621/Manuntung dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap masyarakat, serta membangun hubungan berdasarkan kepercayaan.
Komandan Satgas Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Eko Arif Chrestianto, S.E., M.H., menegaskan bahwa penyelesaian persoalan di Papua tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan, tetapi membutuhkan pendekatan yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan.
“Yang kami bangun adalah kepercayaan. Masyarakat harus merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi, melayani, dan memberikan ruang bagi mereka untuk memilih masa depan yang lebih baik,” ujar Letkol Inf Eko.
Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan disaksikan Danpos Brimob Sinak, Babinsa Koramil 1717-02/Sinak, Kepala Suku Distrik Sinak, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Endis Kelua dan Komalen Kelua membacakan ikrar setia kepada NKRI, memberikan penghormatan serta mencium Sang Merah Putih, kemudian menandatangani surat pernyataan kembali sebagai warga negara Indonesia.
Kepala Suku Distrik Sinak yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik langkah kedua eks anggota OPM itu. Menurutnya, masyarakat Papua membutuhkan kedamaian dan kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Tidak ada masyarakat yang ingin terus hidup dalam konflik. Semua ingin aman, anak-anak bisa sekolah, masyarakat bisa bekerja, dan pembangunan dapat berjalan,” katanya.
Kembalinya dua eks anggota OPM tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan komunikasi, kepedulian sosial, dan keterlibatan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas keamanan di Papua.
Satgas Yonif 621/Manuntung selama bertugas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan wilayah, tetapi juga aktif melaksanakan kegiatan teritorial dan kemanusiaan, seperti pelayanan kesehatan, komunikasi sosial, serta pendampingan masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua.
“Kami percaya perdamaian harus dibangun bersama. Setiap masyarakat yang kembali memilih jalan damai adalah bagian dari upaya menciptakan Papua yang aman dan sejahtera,” ujar Letkol Inf Eko.
Kembalinya Endis Kelua dan Komalen Kelua diharapkan menjadi pesan kuat bahwa ruang dialog dan jalan damai selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali membangun masa depan bersama dalam bingkai NKRI. (red)







Be First to Comment