Pangkolinlamil, Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara.(Ist)
JAKARTA, NP — Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) yang baru, Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, menekankan pentingnya kerja sama dan disiplin dalam menjalankan tugas saat memimpin apel khusus dan entry briefing perdananya di Markas Komando Kolinlamil, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Rudhi menegaskan akan melanjutkan program-program yang telah dirintis pejabat sebelumnya, serta mengajak seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kolinlamil untuk bekerja bersama mewujudkan tugas pokok satuan.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan penuh dari seluruh perwira, bintara, tamtama, dan PNS. Kebersamaan dan kerja sama adalah kunci keberhasilan,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida itu diikuti oleh personel dari Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) 1 di Jakarta, serta Satlinlamil 2 Surabaya, Satlinlamil 3 Makassar, dan unsur KRI jajaran Kolinlamil yang sedang bertugas di daerah operasi.
Anak Gunung yang Menjadi Pelaut
Dalam perkenalan singkatnya, Laksda Rudhi menceritakan asal-usul dirinya yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat, serta merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-39 tahun 1993. Nama “Aviantara”, menurutnya, merupakan akronim dari harapan sang ayah agar ia menjadi “avian” (burung) yang menjelajahi “nusantara”.
“Saya ini anak gunung yang menjadi pelaut. Dari Sabang sampai Merauke telah saya lalui. Itu saya anggap sebagai anugerah,” katanya.
Empat Prinsip dan Visi Kepemimpinan
Dalam arahannya, Rudhi menyampaikan empat prinsip utama dalam menjalankan kepemimpinan:
1. Berbaktilah tanpa tapi
2. Lakukan tanpa nanti
3. Semangat tanpa tepi
4. Berdoalah tanpa henti
Ia juga mengemukakan visinya dalam memimpin Kolinlamil, yaitu mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut TNI dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Vision without action is a daydream, action without vision is a nightmare,” ujar Rudhi, mengutip pepatah.
Untuk mendukung visi tersebut, ia menekankan pentingnya nilai-nilai dasar yang harus tertanam dalam diri setiap prajurit, antara lain disiplin tanpa pengawasan, tanggung jawab tanpa diminta, tepat waktu tanpa diingatkan, dan bekerja tanpa harus diperintah.
Budaya Kerja dan Keteladanan
Pangkolinlamil juga menyoroti pentingnya budaya kerja yang harmonis dan saling menghargai antara atasan dan bawahan. Seorang pemimpin, menurutnya, tidak hanya menjadi komandan, tetapi juga panutan.
Ia secara tegas mengingatkan seluruh prajurit agar menjauhi perilaku menyimpang, seperti judi daring, pinjaman ilegal, asusila, LGBT, arogansi di jalan raya, serta perilaku yang melanggar hukum.
“Ketika kehilangan uang, kita tidak kehilangan apa-apa. Tapi jika kehilangan kesehatan, kita kehilangan sesuatu. Namun, bila kehilangan karakter, kita kehilangan segalanya,” ujarnya.
Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Netralitas
Rudhi juga meminta seluruh personel berhati-hati dalam menggunakan media sosial, dengan mengingatkan adanya ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia menegaskan agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan institusi dan rahasia TNI.
Dalam penutup, Rudhi mengingatkan kembali jati diri TNI yang harus terus dijaga, yakni sebagai tentara nasional, tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen bangsa.
“Gunakan kelembutan untuk menjadi kekuatan. Sikap sopan dan santun akan mengundang rasa hormat dari orang lain,” katanya.(red)







Be First to Comment