Press "Enter" to skip to content

Menteri Wihaji: Saat ini 35 Persen Rakyat Indonesia Membiayai 65 Persen Rakyat Indonesia

Social Media Share

Menteri Wihaji.(Dok) 

JAKARTA, NP – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, Pemuda dan Anak, Prof. Dr. Riri Fitri Safitri beserta jajaran melakukan Audiensi ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) dalam rangka menyelaraskan program-program dan kegiatan-kegiatan ICMI bersama Mendukbangga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd. bertempat di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur pada Jumat, (24/01/2025).

ICMI merupakan organisasi yang berlandaskan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan berbasis kecendekiaan yang akan selalu berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan oleh Riri, dirinya juga menambahkan _Quick Win_ nya Kemendukbangga/ BKKBN ini sangat luar biasa sekali dan sangat beririsan dengan program-program yang telah dilakukan oleh ICMI, salah satunya program lansia berdaya. ICMI sangat memperhatikan para lansia untuk selalu memberikan ketenangan batin dan kebahagiaan di hari tuanya, serta menyadarkan masyarakat dan pemerintah untuk merawat lansia.

Menteri Wihaji terima audiensi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, Pemuda dan Anak, Prof. Dr. Riri Fitri Safitri beserta jajaran.(Ist)

Kemudian Menteri Wihaji menanggapi bahwa lansia yang berdaya diharapkan memiliki kegiatan ekonomi dan psikologis yang mendukung kebahagiaan mereka di masa tua. “Negara harus hadir untuk para lansia ini. Karena sampai dengan usia 60 tahun lebih mereka selalu berkontribusi untuk negara. Untuk itu, negara harus memperhatikan nasib mereka dan harus bisa merawat lansia, itu salah satu yang diurusi Kemendukbangga/BKKBN”, tambahnya.

“Saat ini, bonus demografi mencakup peningkatan angka harapan hidup yang kini mencapai rata-rata 74 tahun untuk masyarakat Indonesia. Harapan hidup ini menuntut perhatian lebih pada kelompok lansia agar tetap produktif. Saat ini, 35 persen rakyat Indonesia membiayai 65 persen rakyat Indonesia yang tidak mendatangkan fiskal seperti Ibu Rumah Tangga (IRT), pedagang-pedagang kecil, itulah alasan kita terus berupaya agar para lansia juga tetap produktif dan bisa memperbaiki nasib mereka”, ujar Menteri Wihaji dalam keterangan resmi.

Kemendukbangga/BKKBN memiliki Direktorat yang menangani terkait lansia dan rentan, yang saat ini telah bekerjasama dengan berbagai pihak dan mitra mendirikan Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) sebanyak 1107 sekolah lansia yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Sekolah lansia ini juga merupakan pengembangan dari kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Sekolah ini bertujuan untuk membantu lansia menjadi lebih mandiri, sehat, dan produktif. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku lansia, membekali lansia dengan keterampilan sosial, finansial, teknologi, dan berkontribusi aktif untuk lingkungan tempat tinggal dan keluarga.(red/hms)

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *