Press "Enter" to skip to content

Dari Simposium PARETO: Indonesia Miliki Daya Tahan Hadapi Krisis Ekonomi

Social Media Share

Menurutnya, ketahanan ekonomi Indonesia dapat diukur dari tingkat pertumbuhan ekonomi. Di tahun 2020, menyentuh minus 2,07 persen, kemudian mulai pulih pada tahun 2021 sebesar 3,69 persen, dan pada triwulan III tahun 2022 tumbuh sebesar 5,7 persen. Namun demikian, Handoko menyebutkan untuk menjadi negara maju, Indonesia tidak cukup hanya memiliki daya tahan tersebut.

“Indonesia harus mampu melakukan akselerasi ekonomi. Salah satunya dengan cara menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru dan melakukan debottlenecking atau menghilangkan sumbatan botol (hambatan) yang dihadapi di berbagai sektor ekonomi,” ungkap Handoko.

Dia mengatakan dengan adanya simposium ini, diharapkan dapat menjawab tantangan ekonomi masa depan. Terutama, dalam menghadapi perekonomian global 2023 yang belum pasti. “Saya rasa kegiatan ini diselenggarakan pada saat yang tepat yaitu ketika terjadi kekuatiran akan datangnya resesi di tahun depan,” katanya.

Kegiatan ini, lanjut Handoko, juga sebagai salah satu bentuk penyelenggaraan tugas dan peran BRIN untuk menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. Baik dalam bentuk science for science, science for policy, dan science for society.

Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN (OR TKPEKM-BRIN), Agus Eko Nugroho menjelaskan PARETO merupakan Simposium Praktisi dan Periset Ekonomi yang dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan untuk berembuk dan menemukan model pembangunan ekonomi yang solutif. Kegiatan ini diselenggarakan oleh OR TKPEKM BRIN bekerja sama dengan Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), dengan tema “Meningkatkan Resiliensi dan Akselerasi Ekonomi Indonesia”.

“Forum ini diharapkan akan meramu ide dari praktisi dari institusi pemerintah dan bisnis serta para akademisi dalam upaya meningkatkan resiliensi dan meng-akselerasi ekonomi Indonesia,” tandas Agus.

Ketua Panitia PARETO, Irwanda Wisnu Wardhana menyebutkan kegiatan akan dihadiri kurang lebih 300 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu akan diisi dengan Diskusi Panel Pangan, Diskusi Panel Keuangan, Diskusi Panel Energi, The Kian Wie Lecture Series 7, dan Economic Outlook 2023.

Economic Outlook 2023 merupakan sebuah prediksi dan peramalan sejumlah variabel kunci dalam perekonomian seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan lain-lain. “Dalam setiap diskusi panel kita akan mengundang pembicara kunci dan juga pembicara panel yang terdiri dari tiga orang yang mewakili Academic, Business and Government (ABG),” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim menjelaskan dalam menghadapi perekonomian global 2023 yang belum menentu, BRIN memprediksi perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diprediksi bisa tumbuh sekitar 4.9% – 5.2%. Angka pertumbuhan tahun 2023 tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 (kuartal ke 4 – YoY) di angka 5.4%.

Dijelaskan Zamroni, untuk mengawal pertumbuhan ekonomi di 2023 tersebut, maka Pemerintah, Bank Indonesia, dunia swasta dan masyarakat perlu memperhatikan masalah inflasi (khususnya pangan dan energi), nilai tukar, aktifnya sektor perdagangan dalam negeri dan luar negeri yang didukung oleh investasi dan produksi sektor industri pertanian dan manufaktur. “Kita juga perlu mengoptimalkan relokasi sebagian dana subsidi energi. Ini dilakukan untuk lebih mampu meredam kemungkinan terburuk dari resesi yang mengancam di 2023 khususnya bagi masyarakat di bawah garis kemiskinan,” ungkapnya.

Dengan langkah yang konstruktif dan antisipatif tersebut, Zamroni optimis akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dilakukan. “Dengan demikian, dari sisi ekonomi diharapkan bangsa Indonesia bisa menatap tahun depan dengan lebih percaya diri,” pungkasnya.(red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *