JAKARTA, NP – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) dalam Simposium PARETO (Praktisi dan Periset Ekonomi) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie BRIN Thamrin, Jakarta, Kamis (22-23/12) mengungkapkan, Indonesia terbukti memiliki daya tahan (resiliensi) dalam menghadapai krisis. Akan tetapi, resiliensi tidak cukup untuk mengungkit ekonomi Indonesia. Dalam mencapai status negara maju, Indonesia harus mampu melakukan akselerasi ekonomi.
Seperti diketahui dalam tiga tahun terakhir, dunia diguncang oleh berbagai krisis. Guncangan pertama berasal dari pandemi Covid-19 pada 2020 dan guncangan kedua berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di level global antara Rusia-Ukraina pada 2022. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang mampu memiliki daya tahan dalam menghadapi krisis global.







Be First to Comment