Press "Enter" to skip to content

BRIN-Polman Bandung Pacu Inovasi Robotika untuk Inspeksi

Social Media Share

Peninjauan fasilitas riset dan pendidikan Polman Bandung dalam rangka memperkuat kolaborasi riset terapan bersama BRIN. (Foto: BRIN)

BANDUNG, NP – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung memperkuat kolaborasi riset robotika dan sistem mekatronika untuk mendukung aplikasi inspeksi. Kerja sama ini diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga memperluas keterlibatan mahasiswa vokasi dalam riset terapan.

Penguatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN dan Polman Bandung tentang Riset dan Pengembangan Teknologi Otomasi Manufaktur dan Mekatronika untuk Aplikasi Inspeksi di Kampus Polman, Bandung, Kamis (27/8/2026).

Ketua Tim Riset Robotika dan Kecerdasan Sistem BRIN Roni Permana Saputra mengatakan, kerja sama riset dengan Polman bukan hal baru. Kolaborasi sebelumnya berkembang melalui program Degree by Research (DBR) yang diinisiasi dosen Polman.

Menurut Roni, kolaborasi tersebut telah menghasilkan pengembangan sejumlah teknologi robotika, di antaranya robot quadcopter atau drone dan robot berkaki empat untuk kebutuhan inspeksi. Ke depan, ruang riset terbuka semakin luas dengan menggabungkan kemampuan Polman di bidang otomasi dan manufaktur serta kepakaran PRMC BRIN dalam sistem mekatronika dan robotika.

“Kami membuka peluang riset yang lebih luas, selaras dengan keahlian Polman di otomasi dan manufaktur serta fokus PRMC di bidang sistem mekatronika dan robotika,” kata Roni, dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (30/8/2026).

Kepala PRMC BRIN Yanuandri Putrasari menegaskan, PKS tersebut bukan merupakan awal kerja sama, melainkan penguatan atas kolaborasi yang telah berjalan. Selama ini, interaksi kedua institusi mencakup kegiatan riset, bimbingan tugas akhir, hingga magang mahasiswa Polman di BRIN.

“Ini bukan awal, tetapi penguatan. Dengan dokumen resmi ini, kolaborasi riset, pengembangan, dan pendampingan mahasiswa di bidang mekatronika cerdas dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Yanuandri.

Menurut dia, penguatan kerja sama diperlukan agar riset dan pengembangan teknologi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi Polman Aris Budiyarto menyoroti pentingnya hilirisasi hasil penelitian. Riset, kata dia, tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menghasilkan teknologi yang menjawab kebutuhan nyata.

“Kami ingin pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga gerakan nyata dari literasi, eksekusi, hingga aplikasi di kehidupan,” ujarnya.

Kolaborasi BRIN dan Polman juga telah memberi pengalaman langsung bagi sivitas akademika. Salah satunya Hilda Khoirunnisa, dosen Polman yang menempuh studi doktoral melalui jalur DBR. Keterlibatannya dalam riset bersama periset BRIN turut membuka peluang pengembangan penelitian dan kegiatan magang.

Melalui PKS tersebut, kedua institusi akan menyinergikan sumber daya, keahlian, serta fasilitas untuk mendorong riset terapan di bidang otomasi manufaktur dan mekatronika, khususnya untuk aplikasi inspeksi.

Penguatan kerja sama kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas riset dan pendidikan di Polman, antara lain Bengkel Teknik Manufaktur, Laboratorium Otomasi dan Mekatronika, serta Bengkel Pengecoran Logam. Peninjauan itu sekaligus untuk memetakan fasilitas dan potensi riset yang dapat dikembangkan secara bersama. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *