Para perwira siswa menyimak dengan saksama kuliah umum yang disampaikan Laksda TNI (Purn) Kresno Buntoro, membahas tantangan netralitas Indonesia dalam dinamika geopolitik global.(Ist)
JAKARTA, NP — Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam membekali para perwira siswa dengan perspektif geopolitik terkini. Dalam kuliah umum yang digelar Senin (13/10/2025), Seskoal menghadirkan Laksamana Muda TNI (Purn) Kresno Buntoro sebagai narasumber, membawakan tema “Tantangan Bagi Indonesia sebagai Negara Netral dalam Situasi Geopolitik dan Geoekonomi yang Dinamis”.
Kuliah umum ini diikuti oleh para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Angkatan ke-64 TA 2025 dan dilangsungkan di Gedung R.E. Martadinata, Cipulir, Jakarta Selatan. Komandan Seskoal Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo diwakili oleh Wakil Komandan Seskoal Laksma TNI Agoeng MKS, yang membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Wadan Seskoal menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Kresno Buntoro yang dinilai sangat relevan dengan tantangan strategis yang kini dihadapi Indonesia.
“Kuliah umum ini sangat penting dalam menanamkan pemahaman yang mendalam kepada para perwira siswa mengenai posisi dan kebijakan Indonesia sebagai negara netral di tengah dinamika politik internasional yang semakin kompleks,” ujar Wadan Seskoal.
Waspadai Tekanan Geopolitik
Dalam paparannya, Kresno Buntoro menyoroti eskalasi ketegangan antara dua kekuatan besar dunia, yakni Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS), yang berdampak langsung terhadap kawasan Asia, termasuk Indonesia.
“Dinamika ini masih diwarnai oleh perebutan pengaruh dan kepentingan. Bila tidak diantisipasi secara cermat, tekanan geopolitik ini bisa membahayakan kepentingan nasional dan menghambat pencapaian tujuan nasional Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara netral memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga posisi strategisnya di tengah tarikan kepentingan global. Netralitas, menurut Kresno, bukan berarti pasif, melainkan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan dan kedaulatan nasional.
Pentingnya Pemahaman Hukum Netralitas
Dalam sesi selanjutnya, Kresno menekankan bahwa hukum netralitas berperan penting dalam menjaga keseimbangan hubungan internasional. Hukum ini mengatur secara tegas hak dan kewajiban negara netral maupun negara yang berkonflik.
“Negara netral memiliki hak untuk tidak terlibat dalam konflik, namun juga memiliki batasan. Dukungan kepada negara korban diperbolehkan, selama tidak melibatkan penggunaan kekuatan militer,” ujarnya.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari kurikulum strategis Seskoal dalam mencetak pemimpin-pemimpin TNI AL yang adaptif terhadap tantangan zaman. Pengetahuan mengenai hukum internasional, strategi geopolitik, dan dinamika regional menjadi kompetensi utama yang terus diperkuat dalam proses pendidikan di lingkungan Seskoal.(red)







Be First to Comment