Program Nikah Massal Bimas Islam yang menjadi bagian dari rangkaian Nikah Fest 2026 Kementerian Agama. (Foto: Dok. Kemenag)
JAKARTA, NP – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama akan menggelar nikah massal sebagai rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 H. Kegiatan ini dikemas dalam Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo 2026 yang akan berlangsung di Smesco Exhibition Hall.
Nikah Fest yang digelar pada 27–28 Juni 2026 tersebut mengusung konsep One Stop Nikah Solution. Kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan dan edukasi bagi calon pengantin, mulai dari ta’aruf session, bimbingan perkawinan, wedding expo, hingga nikah massal yang menjadi salah satu agenda utama.
Pasangan calon pengantin yang berminat mengikuti nikah massal dapat mendaftar melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah domisili masing-masing di DKI Jakarta. Pendaftaran dibuka hingga 23 Juni 2026, dengan ketentuan peserta harus memenuhi persyaratan administrasi pernikahan, melaksanakan akad nikah di KUA wilayah DKI Jakarta, serta bersedia mengikuti seluruh ketentuan program.
Pasangan terpilih nantinya akan menjadi representatif pada puncak Nikah Fest 2026 di Smesco Exhibition Hall pada 27 Juni 2026. Selain itu, peserta juga akan memperoleh bantuan modal usaha sesuai ketentuan panitia pelaksana serta menjadi bagian dari Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas Nikah).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa Nikah Fest 2026 merupakan bagian dari 16 program Peaceful Muharam 1448 H yang mengusung tema Menebar Maslahat, Menguatkan Umat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Bimas Islam Talks: Peaceful Muharam 1448 H – Public Expose Kolaborasi Lembaga Filantropi Islam di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan pasangan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan. “Pernikahan tidak hanya berbicara tentang akad dan resepsi. Yang jauh lebih penting adalah membangun keluarga yang kokoh, saling menguatkan, dan mampu menjadi fondasi lahirnya generasi yang berkualitas,” ujar Abu Rokhmad dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Jumat (12/6/2026).
Abu Rokhmad juga menekankan bahwa Nikah Fest merupakan ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mempersiapkan pernikahan. Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus utama Ditjen Bimas Islam.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghadirkan informasi layanan perkawinan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai komunikasi keluarga, tanggung jawab suami-istri, serta pentingnya membangun relasi yang sehat dalam rumah tangga. “Peaceful Muharam kami arahkan agar menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Melalui Nikah Fest, kami ingin menguatkan kesadaran bahwa keluarga yang baik merupakan fondasi bagi lahirnya masyarakat yang damai, peduli, dan berdaya,” ujarnya.
Selain Nikah Fest, rangkaian Peaceful Muharam 1448 H juga mencakup berbagai program lain seperti Muharaman Bersama Gen Z, 100.000 Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama untuk Bangsa, Lebaran Yatim dan Disabilitas, Indonesia Berkiblat, Festival Muharam Internasional, hingga Gerakan Bersih-Bersih Masjid.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan bahwa Nikah Fest menjadi salah satu agenda penting karena berkaitan langsung dengan isu ketahanan keluarga. “Ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga membantu calon pengantin mempersiapkan kehidupan keluarga secara lebih matang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa layanan keagamaan perlu terus dikembangkan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran ta’aruf session, bimbingan perkawinan, hingga konsultasi keluarga dalam Nikah Fest merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih dekat, inklusif, dan berdampak.
Menurut Thobib, semangat Peaceful Muharam 1448 H sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar nilai-nilai agama diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberi kemaslahatan. Melalui kolaborasi berbagai pihak, Nikah Fest diharapkan menjadi sarana penguatan keluarga sekaligus kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang damai, peduli, dan berdaya. (red)







Be First to Comment