Press "Enter" to skip to content

Pasis Seskoal Disiapkan Turun ke Daerah Rawan Karhutla

Social Media Share

Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 Tahun 2026 mengikuti pembekalan penyuluhan Karhutla wilayah Kalimantan dan Sumatera di Gedung R.E. Martadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Sebanyak 112 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-66 Tahun 2026 disiapkan untuk terjun langsung ke sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Mereka akan menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla melalui pendekatan penyuluhan kepada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglima TNI Mayjen TNI Aang Gunawan, S.Sos., saat memberikan pembekalan kepada para Pasis Dikreg Seskoal secara daring dari Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2026).

Pembekalan tersebut diikuti Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR, bersama 112 Pasis di Ruang Kelas A, Gedung R.E. Martadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan.

Aang menegaskan, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan operasi pemadaman. Pencegahan melalui perubahan perilaku masyarakat di wilayah rawan menjadi bagian penting yang harus diperkuat.

“Para Perwira Siswa diarahkan untuk menjadi instrumen strategis yang mampu mengubah perilaku masyarakat di wilayah terdampak kebakaran melalui penyuluhan yang persuasif,” tegas Aang.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan implementasi mandat Presiden RI Prabowo Subianto agar kebijakan nasional tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.

TNI memprioritaskan tujuh provinsi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan Karhutla tinggi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

“Operasi diprioritaskan pada tujuh provinsi utama, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung,” ujar Aang.

Para Pasis nantinya akan didistribusikan hingga tingkat kabupaten yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan tertinggi. Penempatan secara spesifik tersebut diarahkan agar upaya pencegahan dan penyuluhan dapat menyentuh langsung masyarakat di wilayah yang menjadi titik rawan.

Dengan pola tersebut, para Pasis tidak hanya dituntut memahami penanganan Karhutla dari aspek operasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak di lapangan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *