Prajurit TNI AL menunjukkan barang bukti kontainer minerba yang diduga mengandung unsur radioaktif ilegal saat kunjungan Kasum TNI dan rombongan Satgas PKH di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam. (Foto: Ist)
BATAM, NP – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M., bersama rombongan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melaksanakan kunjungan dan peninjauan ke kapal tangkapan TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5/2026).
Kunjungan tim investigasi penggagalan penyelundupan 390 ton minerba yang mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal di wilayah perairan Kepulauan Riau itu dipimpin langsung Kasum TNI. Turut mendampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H., Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP., para pejabat Kemenko Polkam RI, serta Pangkoarmada I.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau dan mendalami hasil penyelidikan dugaan penyelundupan minerba yang berhasil digagalkan jajaran Koarmada RI melalui KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada 17 Mei 2026. Dari hasil pendalaman, ditemukan dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kedaulatan pengelolaan sumber daya alam nasional.
Rombongan dari Jakarta disambut langsung Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., didampingi Wadan Kodaeral IV, Ir Kodaeral IV, Kapoksahli Kodaeral IV, serta para pejabat utama dan kasatker jajaran Kodaeral IV.
Dalam kesempatan itu, Dankodaeral IV memaparkan hasil penggagalan dugaan penyelundupan minerba yang mengandung LTJ dan unsur radioaktif ilegal beserta perkembangan proses pemeriksaan yang masih berlangsung. Paparan dilakukan di ruang VIP Bandara Hang Nadim, Batam.
Usai menerima paparan, Kasum TNI beserta rombongan melanjutkan peninjauan langsung ke Dermaga Kodaeral IV untuk melihat kapal tangkapan berikut barang bukti sebanyak 25 kontainer.
Berdasarkan hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur, Tanjung Balai Karimun, terhadap sampel ilmenit dari 15 kontainer, ditemukan kandungan Titanium Oxide. Selain itu juga terdapat kandungan LTJ dan unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir seperti Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymium Oxide, Triuranium Oktasida, serta Cerium Oxide. Nilai muatan kapal tersebut ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung penegakan hukum, pengamanan sumber daya strategis nasional, serta pencegahan aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara dan membahayakan lingkungan.
Panglima Koarmada RI menegaskan keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan menegakkan hukum di laut Indonesia.
“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan prajurit TNI AL dan jajaran untuk terus hadir di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia demi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Sementara itu, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI AL akan terus memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia, khususnya terhadap aktivitas ilegal yang berkaitan dengan penyelundupan minerba.
“Penggagalan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam melaksanakan perintah Presiden RI dan Panglima TNI bersama seluruh instansi terkait untuk menjaga kedaulatan negara serta melindungi sumber daya alam strategis nasional dari aktivitas ilegal yang dapat merugikan bangsa dan negara. Kodaeral IV akan terus meningkatkan sinergi serta pengawasan di wilayah perairan strategis Indonesia,” tegas Dankodaeral IV. (red)







Be First to Comment