Suasana hangat saat Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo menyalami penerbang dalam kegiatan pendidikan dan transisi OCU F-16 di Madiun.(Foto: Ist)
MADIUN, NP – Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan menjadi pesan utama Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., kepada para penerbang tempur. Pesan itu disampaikan saat Lanud Iswahjudi menutup Pendidikan Konversi I/II sekaligus membuka Pendidikan Transisi II Operational Conversion Unit (OCU) Pesawat F-16 Fighting Falcon di Hanggar Skadron Udara 14, Madiun, Kamis (3/9/2026).
“Keep learning,” pesan Muchtadi kepada para penerbang. Ia mengingatkan, selesainya pendidikan bukan berarti berakhirnya proses pengembangan kemampuan. Sebaliknya, setiap misi, sortie, dan pengalaman penerbangan harus dijadikan bahan pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme serta kesiapan menghadapi tuntutan tugas.
Pada kesempatan itu, Danlanud menyampaikan ucapan selamat kepada Kapten Pnb Novi Dwi Handono yang telah menyelesaikan Pendidikan Konversi I dan Kapten Pnb Adiesca Setiya Hutama Sastra yang menyelesaikan Pendidikan Konversi II. Keduanya dinilai telah menuntaskan salah satu tahapan penting dalam pengembangan kemampuan sebagai penerbang tempur.
Muchtadi juga meminta para penerbang tidak cepat merasa puas atas pencapaian yang telah diraih. Masukan dan evaluasi, katanya, harus diterima secara terbuka dan dijadikan bagian dari proses meningkatkan kemampuan.
“Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dicapai. Terus belajar, terbuka terhadap masukan, dan jadikan setiap evaluasi sebagai bahan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Selain menutup pendidikan konversi, Danlanud memberikan arahan kepada lima siswa Pendidikan Transisi II OCU F-16. Mereka adalah Lettu Pnb M. Hilmi Wiratama, Lettu Pnb Gregorius Bimo Ewa Dwigo, Letda Pnb M. Daffa Fakhriy, Letda Pnb Avif Agil Husein Al ‘Azis, dan Letda Pnb Adipraja Soesilo.
Kelima siswa tersebut diminta mengikuti seluruh tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh. Setiap tantangan harus dihadapi dengan keteguhan, disiplin, dan pantang menyerah agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan sebagai penerbang tempur.
Danlanud juga memberikan apresiasi kepada para instruktur dan seluruh personel yang mendukung pelaksanaan pendidikan. Menurutnya, membentuk penerbang tempur yang profesional tidak semata-mata mengandalkan kemampuan menerbangkan pesawat, tetapi juga membutuhkan proses transfer pengetahuan, pengalaman, standar, dan nilai-nilai profesionalisme.
“Penerbang yang profesional dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh harus terus dikembangkan dan ditransfer kepada generasi penerbang berikutnya,” tandasnya.(red)







Be First to Comment